15 Juta Vaksin Sinovac Selesai Diproduksi Bio Farma 11 Februari

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 320 2354965 15-juta-vaksin-sinovac-selesai-diproduksi-bio-farma-11-februari-9LSDuTQeb3.jpeg Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Sebanyak 15 juta vaksin Covid-19 akan selesai diproduksi oleh PT Bio Farma Tbk pada 11 Februari 2021. Hal ini merupakan rangkaian proses dari penerimaan bahan vaksin setengah jadi tahapan ketiga beberapa waktu lalu.

"Untuk bahan baku tahap 3 sudah mulai diproses di Bio Farma sudah dan selesai produksi 15 juta 11 Februari 2021," kata Juru Bicara PT Bio Farma Bambang Heriyanto di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga: 11 Juta Vaksin Covid-19 Datang Lagi, Bio Farma Segera Proses dan Produksi

Dia menjelaskan, untuk 10 juta dosis vaksin Covid-19 yang datang hari ini akan mulai diproses pada 13 Februari 2021.

"Kemudian ditargetkan selesai 20 Maret 2021," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Terima 11 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan proses vaksinasi sejak 13 Januari 2021 lalu. PT Bio Farma selaku BUMN yang bergerak di bidang farmasi dipercaya untuk mengurus proses pendistribusiannya.

Tak hanya itu, perusahaan pelat merah itu pun juga harus memproduksi vaksin. Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac, China akan membuat vaksin secara massal untuk kebutuhan di dalam negeri.

Sebanyak 15 juta vaksin buatan PT Bio Farma akan mulai didistribusikan pada Februari 2021 mendatang. Hal itu mengingat sejak 14 Januari lalu telah memproduksi vaksin setengah jadi kiriman dari negeri tirai bambu tersebut.

"Target kita Februari sudah ready," kata Head of Corporate Communication PT Bio Farma (Persero) Iwan Setiawan kepada Okezone, Sabtu (16/1/2021).

Dia mengaku menargetkan pada tahun 2021 ini akan menyelesaikan produksi 125 juta dosis vaksin Covid-19. Hal ini merupakan salah satu upaya salah satu perusahaan pelat merah itu dalam mengurangi penyebaran wabah tersebut.

"Produksi Bio Farma (2021) 125 juta dosis," kata Iwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini