Cukai Bikin Harga Rokok Naik, Kemenkeu: Aturan Ini Pertimbangkan Jumlah Perokok

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 320 2355065 cukai-bikin-harga-rokok-naik-kemenkeu-aturan-ini-pertimbangkan-jumlah-perokok-y3U1iW6geB.jpg Cukai Rokok Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) efektif memberlakukan kenaikan cukai hasil tembakau pada 1 Februari 2021. Adapun, kenaikan cukai berdampak pada kenaikan harga rokok.

Kepala Subbidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Sarno mengatakan, kenaikan cukai tembakau mampu mengendalikan jumlah pengguna yang ditargetkan perokok bisa turun 8,7% pada 2024.

Baca Juga: Cukai Naik 12,5%, Harga Rokok Makin Tidak Terjangkau Masyarakat

"Pertama, pengendalian konsumsi. Bagaimana menurunkan prevelensi merokok usia 10 hingga 18 tahun yang ditargetkan 2024 turun 8,7% karena itu aturan cukai ini mempertimbangkan jumlah perokok," ujar Sarno secara virtual, Selasa (2/2/2021).

Lanjutnya , kenaikan cukai rokok yang dimulai awal tahun ini bakal berdampak terhadap target di 2024.

"Ini menjadi simulasi bagaimana dengan kenaikan yang kita rancang 2021 sampai 2024 ini akan mampu menurunkan prevelensi merokok," katanya.

Baca Juga: Tarif Cukai Naik, Produksi Rokok Bakal Turun 3,3% di 2021

Lanjutnya, jenis golongan, kenaikan tarif cukai hanya terjadi untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), sedangkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) tidak diberlakukan karena mencermati sektor padat karya dan situasi pandemi Covid-19.

rokok

Nantinya, pengendalian ditandai dengan besaran kenaikan cukai lebih tinggi yang dominan pada golongan SKM mengingat SKM memiliki porsi terbesar pangsa pasar mencapai 71,4%dan golongan yang memiliki kandungan lokal rendah yakni SPM.

"Kenaikan tarif cukai 2021, mengindikasikan harga rokok akan semakin tidak terjangkau di masyarakat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini