Jepang Guyur Rp704 Miliar Bangun Sentra Kelautan di 6 Pulau Terluar RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 320 2355139 jepang-guyur-rp704-miliar-bangun-sentra-kelautan-di-6-pulau-terluar-ri-uFPpgFXe5s.jpg Ikan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan kerja sama pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam pulau terluar di wilayah Republik Indonesia. JICA berikan dukungan pendanaan hibah sebesar Rp704 miliar untuk pembangunan tersebut.

"Jadi telah ditandatangani grant (hibah) tahap kedua antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang. Jadi negara Indonesia melalui KKP mendapatkan hibah sebesar 5,5 miliar yen atau setara Rp704 miliar," ujar Sekjen KKP Antam Novambar di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Dia menjelaskan hibah ini tanpa ikatan berarti tidak dibayar dengan dicicil seperti utang, dan baru pertama kalinya ditransfer langsung ke KKP. Di mana biasanya hibah melalui Kemenkeu.

Baca Juga: KKP Bakal Gandeng Swasta demi Dorong Sektor Kelautan dan Perikanan

Tercatat keenam wilayah itu yakni Natuna, Morotai, Sabang, Saumlaku, Moa, dan Biak, ditentukan oleh pihak JICA setelah mendapatkan kisi-kisi dari pihak KKP.

"Saya sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas kerja sama melalui bantuan hibah langsung bagi pembangunan di 6 lokasi SKPT. SKPT merupakan pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu mulai dari hulu sampai ke hilir, yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal berbasis perikanan," ungkap dia.

Dia juga menuturkan hibah tersebut efektif sampai dengan pembangunan fisik selesai. Sejak hibah tahap pertama ditandatangani pada 31 Juli 2018, sudah banyak capaian yang dilakukan oleh KKP.

"Pada hibah tahap pertama, banyak capaian yang telah dilaksanakan seperti pengadaan konsultan manajemen, konsultan perencanaan, konsultan pengawasan, konsultan lingkungan, pengadaan kontraktor, dan juga pelaksanaan konstruksi pembangunan pelabuhan perikanan dan pasar ikan di Biak. Pembangunan tahap kedua diharapkan selesai tahun 2024," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini