Perbedaan Harga Baru Rokok di Warung dan Minimarket, Cek di Sini

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2021 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 320 2355274 perbedaan-harga-rokok-baru-di-warung-dan-minimarket-cek-di-sini-0hKvgIAdjR.jpg Ilustrasi Rokok (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Pemerintah resmi menaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok naik 12,5% per Senin 1 Februari 2021. Pemberlakuan aturan tersebut telah membuat harga rokok di tingkat konsumen naik.

Okezone mencoba untuk menengok dampak dari adanya kebijakan tersebut di beberapa warung dan minimarket, Selasa (2/2/2021). Adapun lokasinya berada di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Setelah berkunjung ke dua warung diketahui kalau efek dari adanya kebijakan itu membuat sejumlah merek rokok harganya naik dari sebelumnya. Salah satu pedagang, Agus mengaku harus menaikan harga sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000.

Baca Juga: Harga Rokok Mulai Naik Hari Ini, Berikut Rinciannya

"Beberapa merek rokok kayak Dji Sam Soe, Surya Pro, Gudang Garam harganya sudah naik, kisaran 1.500 dan Rp2.000," kata Agus saat berbincang dengan Okezone, hari ini.

Meski begitu, lanjut dia, masih ada merek rokok yang belum mengalami kenaikan harga. Namun, dirinya tak mengetahui ihwal adanya produsen rokok yang belum menaikan harga jualnya.

"Sampoerna Mild, Marlboro dari agennya sewaktu saya beli memang belum naik. Enggak tahu kapan itu naiknya," ujarnya.

cukai

Hal senada dikatakan pedagang warung lainnya, Euis menyatakan bahwa harga jual rokok memang sudah mengalami kenaikan per Februari. Tapi kenyataannya kini masih ada beberapa merek yang harganya tetap sama seperti dahulu.

"Kalau di tempat saya rata-rata naiknya antara Rp1.000 sampai Rp2.000," katanya.

Sementara itu, kondisi di minimarket berbeda dengan keadaan di warung. Di mana saat Okezone mengunjungi Indomaret harga seluruh rokok di sana sudah mengalami kenaikan.

 

Namun, rentang nominal kenaikan tarif rokok juga mengalami perbedaan. Harganya kini mengalami perubahan kisaran Rp500 hingga Rp1.000.

"Harga rokok udah naik semuanya, ada yang naik Rp500, Rp800, hingga Rp1.000," kata kasir Indomaret, Erni.

Selanjutnya hal yang sama juga terjadi di Alfamart. Minimarket itu mulai menerapkan harga baru kepada setiap rokok yang dijualnya.

"Udah naik semua (harga) rokoknya. Kenaikannya beda-beda ada yang Rp500, Rp800 dan Rp900," ujar salah satu pegawai Eka.

Seperti diketahui, meskipun secara umum kenaikannya 12,5%, namun masing-masing kelompok atau golongan kenaikanya berbeda-beda. Srigaret Keretek Mesin (SKM) 2B dan Sigaret Putih Mesin (SPM) 2B kenaikan tarifnya lebih tinggi daripada SKM 2 A dan SPM 2A.

Hal itu ditujukan untuk mempersempit gap tarif atau sebagai sinyal simplifikasi. Sedangkan untuk golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) IA, SKT IB, SKT II, dan SKT III tidak ada kenaikan sama sekali atau 0%

Adapun kenaikan berdasarkan golongan dan tarifnya sebagai berikut:

Sigaret Keretek Mesin (SKM)

- SKM I naik 16,9% , tarif cukainya jadi Rp 865 per batang

- SKM IIA naik 13,8% , tarif cukainya jadi Rp 535 per batang

- SKM IIB naik naik 15,4% , tarif cukainya jadi Rp 525 per batang

Sigaret Putih Mesin (SPM)

- SPM I naik 18,4% , tarif cukainya jadi Rp 935 per batang

- SPM IIA naik16,5% , tarif cukainya jadi Rp 565 per batang

- SPM IIB naik18,1%, tarif cukainya jadi Rp 555 per batang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini