WIKA Lunasi Komodo Bond Rp5,4 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 278 2355988 wika-lunasi-komodo-bond-rp5-4-triliun-GW60JbfQOB.jpg saham (Shutterstock)

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat telah melunasi kewajiban obligasi global, Komodo Bond, sebesar Rp 5,4 triliun. Keberhasilan melunasi kewajiban obligasi global ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi BUMN lain.

Direktur Keuangan WIKA, Ade Wahyu mengatakan, kemampuan emiten untuk menyelesaikan kewajiban masih sangat terjaga. Dimana, keberhasilan pelunasan Komodo Bond tersebut ditopang oleh beberapa aspek diantaranya keuangan perseroan yang sehat, kepercayaan publik pada penerbitan obligasi, serta dukungan dari institusi keuangan.

 Baca juga: Ustadz Yusuf Mansur Disebut Promosikan Saham, Begini Kata WIKA

Hal tersebut membuktikan bahwa WIKA masih menjadi perusahaan yang dipercaya oleh investor dan institusi keuangan.

"Ditopang dengan model bisnis yang terintegrasi, WIKA layak menjadi pilihan investor, owner proyek, para mitra kerja, serta publik," ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Rabu (3/2/2021).

 Baca juga; Pabrik Nikel di Sulawesi Tenggara Segera Dibangun, Berapa Nilai Investasinya?

WIKA menerbitkan obligasi global berdenominasi rupiah (Komodo Bond) di London Stock Exchange’s International Securities Market (ISM) pada 2018 lalu. Komodo Bond WIKA kala itu mendapatkan permintaan sebesar 2,5x (oversubscribed).

Hal itu menunjukkan kekuatan profil risiko WIKA serta minat para investor global untuk berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia. Profil investor global yang berminat terhadap Komodo Bonds WIKA sejumlah 67 persen berasal dari Asia, 13 persen dari Eropa dan Timur Tengah, 10 persen dari Amerika Serikat dan 10 persen dari investor dalam negeri, Indonesia.

Komodo Bonds WIKA dengan tenor 3 tahun berhasil menghimpun dana sebesar Rp5,4 triliun (setara dengan 405 juta dolar AS) dengan kupon sebesar 7,7 persen per tahun. Komodo Bonds tersebut berhasil mendapatkan dukungan dari investor global dan mencapai oversubscribed atau kelebihan permintaan sebanyak 2,5 kali. "Dana yang diperoleh digunakan untuk investasi dan pengembangan infrastruktur di Indonesia," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini