Investasi SBN Cocok Buat Kaum Rebahan Sambil Nonton Drakor

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2355688 investasi-sbn-cocok-buat-kaum-rebahan-sambil-nonton-drakor-or6gh1larn.jpg Investasi SBN Ritel. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Obligasi Negara Ritel atau ORI kembali diterbitkan. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ini ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana.

Pemerintah menawarkan ORI kepada masyarakat Indonesia dengan seri ORI019 sebagai alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan. ORI019 merupakan seri ORI ke-19 yang diterbitkan oleh Pemerintah dan penjualannya dilakukan secara online melalui e-SBN.

Baca Juga: Sri Mulyani Masih Cari Utang, 6 SBN Ritel Siap Diterbitkan Tahun Ini

Plt Direktur Sun DJPPR Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, penjualan ORI ini memang cocok untuk bagi kaum rebahan yang ingin berinvetasi dengan bisa membeli secara online.

"Instrumen yang aman jadi enggak perlu ke luar rumah. Ini cocok untuk kaum rebahan, bisa untung sambil nonton drama korea bisa beli," kata Deni dalam Market IDX Channel, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Kantongi Utang Baru Rp35 Triliun pada Awal Februari

Kata dia, dengan menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel itu mulai 25 Januari hingga 18 Februari 2021 sebagai instrumen investasi dengan tingkat kupon mencapai 5,57% per tahun. Adapun, penerbitan ORI seri 019 ini mempunyai tenor tiga tahun yang jatuh tempo pada 15 Februari 2024. Masyarakat dapat membeli obligasi ritel ini dengan minimum pemesanan Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar.

"ORI memberikan imbal balik hasil yang positif. Karena pembayaran kupon ini dibayari oleh undang-undang," jelasnya

Sebanyak 26 mitra distribusi itu yakni 16 bank umum, empat perusahaan efek, tiga perusahaan efek khusus dan tiga perusahaan teknologi berbasis finansial (tekfin) peer-to-peer lending.

Sebagai informasi, Bank umum itu yakni Bank Central Asia, Bank Negara Indonesia, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Maybank Indonesia dan Bank CIMB Niaga.

Kemudian, Bank Mandiri, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank DBS Indonesia, Bank HSBC Indonesia, Bank UOB Indonesia, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia dan Bank Victoria International.

Empat perusahaan efek antara lain Trimegah Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Selain itu tiga perusahaan efek khusus adalah Bareksa Portal Investasi, Star Mercato Capitale (Tanamduit) dan Nusantara Sejahtera Investama (Invisee).

Terakhir tiga perusahaan tekfin yaitu Investree Radhika Jaya (Investree), Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan Lunaria Annua Teknologi (Koinworks).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini