Bahlil Sebut 3 Perusahaan Asing Pesan Lahan di Batang

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2356063 bahlil-sebut-3-perusahaan-asing-pesan-lahan-di-batang-v2lzQp9mVf.jpg Ilustrasi lahan (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ada tiga perusahaan asing yang memesan lahan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengartakam perusahaan yang sudah booking lahan, yaitu pertama adalah perusahaan kimia asal Korea Selatan, LG Chem Ltd 90 hektare. Kedua, produsen kaca Korea Selatan, KCC GLASS Corporation 40 hektare. Lalu ketiga adalah produsen pipa plastik Belanda, Wavin B.V 20 hektare.

 Baca juga: Jokowi Ingin Target Nilai Investasi Capai Rp4.983,2 Triliun di 2024

"Kawasan industri di Batang ini temanya begini, investor baik dari dalam maupun luar negeri silakan bawa modal, silakan bawa teknologi, biarlah tanah yang ada di kawasan industri pemerintah yang memberikan 5 tahun pertama gratis, seluruh perizinannya BKPM yang urus supaya tidak ada lagi kesan bahwa kita mempersulit," kata dia dalam video virtual, Rabu (3/2/2021).

Kata dia, bahwa realisasi investasi pada 2020 Mencapai Rp826 triliun atau 101,1% dari target realisasi investasi sebesar Rp817 triliun, usai dilakukan revisi dari target awal Rp886 triliun karena adanya pandemi Covid-19.

 Baca juga: Industri Baterai Mobil Listrik, Investor Butuh Jaminan Bahan Baku

"Alhamdulillah, dalam tahun berjalan, realisasi investasi kita mencapai Rp826 triliun atau naik 101,1%,” katanya.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, baru pada 2020 realisasi investasi di Jawa dan luar Pulau Jawa mulai berimbang, di mana investasi di Pulau Jawa mencapai Rp417,5 triliun dengan 54.994 proyek, sedangkan di Jawa mencapai Rp408,8 triliun dengan 93.355 proyek.

Selain itu, sepanjang 2020, di mana pandemi Covid-19 terjadi di hampir seluruh negara di dunia, namun Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia hanya turun tidak lebih dari 10% .

"Dan ini juga menunjukkan bahwa di era pandemi, Penanaman Moda Dalam Negeri (PMDN) kita lebih besar. Dan sangat luar biasa sekali dalam memberikan kontribusi investasinya dibandingkan PMA," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini