Jokowi Ingin Target Nilai Investasi Capai Rp4.983,2 Triliun di 2024

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2356052 jokowi-ingin-target-nilai-investasi-capai-rp4-983-2-triliun-di-2024-ElA4zhQJTJ.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menargetkan angka investasi langsung dalam negeri mencapai Rp4.983,2 triliun. Target tersebut diperkirakan akan tercapai hingga 2024 mendatang.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, target tersebut harus direalisasikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen. Hal itu sudah diupayakan sejak 2020.

 Baca juga: Industri Baterai Mobil Listrik, Investor Butuh Jaminan Bahan Baku

Meski begitu, target investasi pada tahun lalu sudah direvisi dari Rp886 triliun menjadi Rp817 triliun. Dalam realisasinya, nilai investasi 2020 mencapai Rp826 triliun atau 101,1 persen dari yang ditargetkan.

Realisasi iti terdiri dari investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau naik 7 persen. Sementara sisanya berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun atau turun 2,4 persen.

 Baca juga: Jokowi: Indonesia Harus Ramah Investasi dan Lingkungan

"Penting kami menyampaikan dalam target kabinet sekarang untuk investasi langsung dari tahun 2020 sampai 2024 itu lebih Rp 4.983,2 triliun, ini adalah angka yang harus kami lakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen," katanya Rabu (3/2/2021).

Pemerintah optimis dengan target investasi langsung tersebut. Melalui, instrumen Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, pemerintah akan melakukan terobosan secara komprehensif guna menarik investor baik dalam dan luar negeri. Saat ini aturan turunan Ciptaker sudah difinalisasikan dan segera diumumkan pemerintah.

"Ini kabar yang positif dari pemerintah ke dunia usaha karena UU tersebut telah melakukan terobosan yang komprehensif untuk kemudahan berusaha, jadi buat izin tidak perlu lagi manual, semua berbasis elektronik dan OSS, jadi kita bisa sekarang melakukan transparansi. Karena pengusaha hanya butuh empat hal, kemudahan, kecepatan, efisien dan transparan," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini