Kontraksi penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan sepanjang periode Okt-Des 2020 masih mengalami mengalami perlambatan secara tahunan. Selain itu, investasi non-bangunan juga melambat terindikasi dari impor barang modal sepanjang 4Q20 tercatat terkontraksi -7,9%yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -7,9%yoy.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh positif sekitar 12,9%yoy pada kuartal keemlat , yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja K/L serta penyerapan anggaran PEN dibandingkan kondisi pada kuartal kedua 2020 dan kuartal ketiga 2020.
Surplus neraca perdagangan pada kuartal keempat yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya mengindikasikan bahwa net ekspor pada komponen PDB di kuartal keempat diperkirakan cenderung meningkat dibandingkan net ekspor pada kuartal ketiha 202p , dimana laju impor pada kuartal IV-2020 tercatat terkontraksi -15,6% yoy. Sementara ekspor tercatat terkontraksi -8,1%yoy.
"Jadi, secara keseluruhan, PDB pada FY20 diperkirakan berada di kisaran -2% yoy dengan faktor yang mendominasi kontraksi adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. Penurunan aktivitas ekonomi akibat pandemi, mendorong penurunan produktivitas dari sisi produksi terutama sektor manufaktur, perdagangan dan konstruksi," bebernya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.