12 Pesawat Bombardier Dikembalikan, Erick Thohir: Efisiensi Keuangan Garuda

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 320 2359773 12-pesawat-bombardier-dikembalikan-erick-thohir-efisiensi-keuangan-garuda-i50U5hx80b.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) Erick Thohir memutuskan mengakhiri kontrak kerja antara PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan Nordic Aviation Capital atau NAC. Dengan begitu Kementerian BUMN akan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000.

Dalam hasil evaluasi, Erick mengatakan, pengembalian 12 pesawat Bombardier sebagai langkah efisiensi keuangan penerbangan nasional pelat merah tetsebut di tengah pandemi Covid-19. Pengembalian pesawat tersebut dilakukan per 1 Februari 2021 lalu

 Baca juga: Dugaan Suap Garuda, Erick Thohir Kembalikan 12 Pesawat Bombardier

"Saya dengan tegas dan Pak Irfan (Dirut Garuda) hadir di sini dan manajemen sangat mendukung kita memutuskan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000. untuk mengakhiri kontrak dengan Nordic," ujar Erick dalam konferensi pers virtual Rabu (10/2/2021).

Manajemen Garuda Indonesia sebelumnya sudah melakukan mengevaluasi kontrak sewa 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 dari total 18 pesawat yang ada. Evaluasi itu menjadi bagian dari upaya negosiasi perseroan untuk mengembalikan pesawat Bombardier tipe CRJ-1000.

 Baca juga: Akhirnya, Obligasi Wajib Konversi Garuda Rp1 Triliun Cair

Sebelumnya, Garuda melakukan pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 sejak 2012 hingga 2015 secara bertahap. Pesawat ini melayani rute pendek di Indonesia Timur pada awal pengoperasiannya. Pada 2013, perusahaan membuka rute baru yang melayani penerbangan dengan Bombardier untuk rute Makassar-Lombok, Surabaya-Semarang, dan Tarakan-Balikpapan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini