Wijaya Karya Mau Terbitkan Surat Utang Rp3 Triliun

Kamis 11 Februari 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 278 2360378 wijaya-karya-mau-terbitkan-surat-utang-rp3-triliun-ceXp9W5LsM.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Perkuat struktur modal guna mengejar pertumbuhan bisnisnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan menerbitkan surat utang senilai Rp3 triliun yang terdiri dari obligasi dan sukuk. Seperti dikutip dalam prospektus ringkasnya yang dirilis di Jakarta, kemarin disebutkan, emiten kontraktor ini akan menerbitkan dua surat utang dalam rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).

Surat utang jenis obligasi konvensional obligasi berkelanjutan I Wijaya Karya tahap II tahun 2021 akan diterbitkan dengan jumlah pokok Rp2,5 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari PUB obligasi berkelanjutan I Wijaya Karya dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp4 triliun. Selanjutnya, WIKA juga menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan I Wijaya Karya tahap II tahun 2020 dengan pokok Rp500 miliar.

Baca Juga: WIKA Lunasi Komodo Bond Rp5,4 Triliun

Untuk sukuk ini merupakan bagian dari PUB sukuk mudharabah I Wijaya Karya dengan target dana dihimpun Rp1 triliun. Baik obligasi maupun sukuk diterbitkan dalam 3 seri. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk mudharabah adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas. Sedangkan wali amanat yaitu PT Bank Mega Tbk.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA untuk obligasi dan idA syariah untuk sukuk yang akan diterbitkan WIKA tersebut. Perseroan menjelaskan dana yang diperoleh dari emisi obligasi senilai Rp2,5 triliun akan digunakan seluruhnya untuk melunasi pokok pinjaman talangan.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Disebut Promosikan Saham, Begini Kata WIKA

Sedangkan dana yang didapatkan dari penerbitan sukuk akan digunakan untuk membiayai modal kerja proyek infrastruktur dan gedung yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Perkiraan untuk masa penawaran umum ditetapkan pada 25—26 Februari 2021. Tanggal penjatahan ditetapkan 1 Maret 2021 hingga tanggal pencatatan di BEI pada 4 Maret 2021.

Tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp 40 triliun. Dimana target tersebut naik 87,17% dari target nilai kontrak baru tahun 2020 yang senilai Rp21,37 triliun. Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Mahendra Vijaya seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, pihaknya optimistis dengan kinerja perseroan pada tahun depan.“Wika menargetkan kontrak baru sampai dengan Rp40 triliun, naik hampir dua kali lipat dari target tahun ini. Kami optimistis 2021 bisa lebih baik dari tahun ini,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (11/2/2021).

Pada bulan pertama tahun ini, WIKA mengantongi nilai kontrak baru hampir Rp1 triliun pada bulan pertama tahun ini. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menjelaskan perseroan mendapatkan dua kontrak baru strategis pada awal tahun dengan nilai total Rp967,95 miliar. Secara terperinci, WIKA itu meraih kontrak proyek Jembatan Kretek 2 di Yogyakarta senilai Rp364,4 miliar dan pembangunan rumah dinas prajurit TNI Angkatan Darat yang tersebar di seluruh Indonesia senilai Rp603,35 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini