Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Bervariasi, Joe Biden Mulai 'Senggol' China

Antara , Jurnalis-Jum'at, 12 Februari 2021 |08:29 WIB
Wall Street Bervariasi, Joe Biden Mulai 'Senggol' China
Wall Street (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Wall Street beragam pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan S&P 500 dan Nasdaq sedikit menguat saat investor bertaruh pada lebih banyak stimulus fiskal AS.

Namun, Presiden AS Joe Biden mengatakan China siap untuk "mengalahkan kami," sebuah peringatan yang melemahkan antusiasme untuk pasar mendekati rekor tertinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terkikis 7,10 poin atau 0,02 persen menjadi berakhir di 31.430,70 poin. Indeks S&P 500 terangkat 6,50 poin atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 3.916,38 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 53,24 poin atau 0,38 persen lebih tinggi, menjadi 14.025,77 poin.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Lari Kencang 

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi merosot 1,52 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor teknologi maju 1,09 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Nvidia Corp melonjak 3,2 persen dan Intel Corp terdongkrak 3,1 persen, menjadikan teknologi sebagai sektor utama yang menguat di S&P 500 dan Nasdaq. Saham yang turun melebihi jumlah yang naik di Nasdaq dan Bursa Efek New York.

Biden mengatakan kepada sekelompok senator AS dalam sebuah pertemuan untuk membahas perlunya meningkatkan infrastruktur AS dan bahwa Amerika Serikat harus meningkatkan permainannya dalam menghadapi tantangan dari China.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement