Kenapa Emak-Emak Lebih Pilih Investasi Emas di Tengah Covid-19?

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 622 2361018 kenapa-emak-emak-lebih-pilih-investasi-emas-di-tengah-covid-19-fOK3q8eXRY.jpg Emas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kondisi pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat Indonesia dan dunia mengalami keterpurukan ekonomi, bahkan tidak sedikit usaha yang harus gulung tikar karena pandemi yang berkepanjangan ini.

Harga saham juga mengalami keterpurukan besar karena kondisi ini, nilai properti menurun. Selain itu banyak jenis-jenis investasi yang berubah tidak menguntungkan. Namun di balik semua kerugian yang diderita para investor saat ini terdapat satu jenis investasi yang mengalami kenaikan di masa keterpurukan ini yaitu logam mulia (emas).

Sejak awal pandemi Covid-19 mulai merebak pada akhir 2019, harga emas terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp945.000, per gram pada hari ini.

Baca Juga: Begini Tren Investasi Emas di 2021 

Para investor emas mengakui, keputusan mereka untuk menyimpan uang mereka dalam bentuk inventasi emas merupakan keputusan yang tepat dan menguntungkan.

Yuliana, ibu rumah tangga dari Kota Bandung juga tertarik untuk berinvestasi logam mulia. Alasannya juga sangat sederhana kenapa ibu dari 3 anak ini tertarik berinvestasi logam mulia, yakni harganya tidak surut tapi malah justru melonjak naik setiap tahunnya.

Selain itu ketika logam mulia tersebut ketika dijual pun tidak akan membuatnya rugi. Yuli berinvestasi logam mulia sejak tahun 2017 silam.

"Karena LM jika dijual kembali mengikuti harga yang lagi update," papar Yuliana di Jakarta, Jumat(12/2/2021).

Walaupun investasi logam mulia tetap dilakukan. Namun di masa pandemi Covid-19 ini Yuliana mengaku agak susah untuk berinvestasi logam mulia. Alasannya, karena pendapatannya yang agak berkurang. Karena hampir semua sektor terkena dampak dari pandemi Covid-19.

"Jadi saya tetap berinvestasi tapi disesuaikan dengan pendapatan kami," ungkapnya.

Hingga saat ini Yuliana selalu membeli logam mulia di Aneka Tambang (Antam). Pilihannya adalah di Butik Antam Dago, Bandung, Jawa Barat. "Menurut pengalaman teman saya, LM dari Antam juga bisa dijual di luar negeri dikala ada kebutuhan kuliah anak di luar," tandasnya.

Sementara itu Aji Sera, dari Jakarta mengaku tertarik berinvestasi logam mulia karena harganya yang tidak pernah turun dan juga untuk melindungi aset yang dimilikinya.

Hal tersebut berbeda ketika aset yang dimilikinya dalam bentuk uang atau saldo rekening. Karena bisa saja dalam waktu beberapa bulan atau tahun ke depan nilai aset yang dimilikinya akan turun atau menyusut.

"Saya jadi punya alternatif untuk place uang ini di mana. Ya paling aman dan liquid itu dalam bentuk logam mulia," ujar Aji Sera.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini