Ada 1,13 Juta Orang Miskin Baru di Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 320 2362289 ada-1-13-juta-orang-miskin-baru-di-indonesia-VAXctB5hRk.jpg Kemiskinan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, orang miskin baru di Indonesia mencapai 1,13 juta orang. Adapun jumlah penduduk miskin di Tanah Air meningkat. Penambahan tingkat kemiskinan ini diakibatkan adanya dampak dari Covid-19.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang atau naik 1,13 juta orang jika dibandingkan dengan Maret 2020 yang sebanyak 26,42 juta orang. Sedangkan, dibandingkan September 2019 jumlah penduduk miskin naik 2,76 juta orang.

Baca Juga: Penyebab Orang Miskin Indonesia Makin Banyak

"Jadi kalau dibandingkan September 2019 ke September 2020 persentase penduduk miskin meningkat dari 9,22% jadi 10,19%, atau naik 0,97% setara dengan 2,76 juta orang,” ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (15/2/2021).

Kata dia, garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga: Orang Miskin di Indonesia Naik Jadi 28 Juta Orang Efek Covid-19

"Garis kemiskinan per kapita per bulan pada September 2020 adalah Rp 458.947. Dari komposisi ini, 73,87 persennya untuk komoditas makanan," bebernya.

Dia menambahkan omponen garis kemiskinan terdiri dari garis kemiskinan makanan dan bukan makanan. Adapun sumbangan terbesar pada garis kemiskinan adalah komoditas makanan.

Pada September 2020, BPS mencatat komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras masih memberikan sumbangan terbesar, yakni 16,58% di perkotaan dan 21,89% di perdesaan.

Selanjutnya rokok kretek filter, yang memberikan sumbangan terhadap garis kemiskinan sebesar 13,50% di perkotaan dan 11,85% di perdesaan.

Komoditas lainnya adalah telur ayam ras, yang memberikan sumbangan pada garis kemiskinan sebesar 3,91% di perkotaan dan 3,49% di perdesaan. Ada juga daging ayam ras sebesar 3,34% di perkotaan dan 2,56% di perdesaan, dan mi instan sebesar 2,21% di perkotaan dan 2,12 di perdesaan.

"Jadi dengan melihat angka ini, harus memberikan perhatian ekstra agar komoditas pangan seperti beras, rokok, dan sebagainya tidak mengalami fluktuasi yang tinggi," jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini