Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Filosofi Meja Kerja ala Erick Thohir, Tak Ada Istilah Atasan Bawahan

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Senin, 15 Februari 2021 |14:18 WIB
   Filosofi Meja Kerja ala Erick Thohir, Tak Ada Istilah Atasan Bawahan
Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Meja kerja menjadi instrumen penting bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Hal ini untuk menghindari budaya patron klien di Kementerian dan perusahaan BUMN. Patron klien merujuk pada status sosial-ekonomi antara atasan dan bawahan.

Erick menjelaskan, meja akan menjadi simbol patron klien antara dirinya dan pegawai di internal BUMN. Dengan begitu, akan ada gap atau kesenjangan antara Menteri dan bawahan.

Baca Juga: Jarang Emosi, Hal Ini Bisa Buat Erick Thohir Marah-Marah 

Sementara yang diinginkan adalah tidak ada pemisahan secara tegas antara Menteri dan bawahan. Erick berupaya agar adanya ruang diskusi yang terbuka dan harmonis di terbagun di lingkungan BUMN.

"Ya kalau meja ini tuh pemikirannya gimana ya, seperti seseorang harus menghadap kita. Berarti secara pembicaraan udah ada atas dan bawahan. Kalau di meja panjang (meja yang digunakan) seperti itu, kita lebih sangat terbuka karena kita semua sejajar. Tujuannya tidak ada jarak antara bawahan dan atasan untuk berdiskusi," ujar Erick dalam sesi wawancara dikutip, Senin (15/2/2021).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement