Erick Thohir Ingin Lebih Banyak BUMN Beli Produk UMKM

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 320 2362360 erick-thohir-ingin-lebih-banyak-bumn-beli-produk-umkm-kRllxAnD13.jpg Erick Thohir Ingin Lebih Banyak BUMN Terlibat di PaDi UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat akan ada penambahan perusahaan negara dalam program Pasar Digital (PaDi) UMKM. Saat ini, ada 9 perseroan yang terdaftar dalam platform tersebut. 

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menyebut, salah satu upaya untuk bisa meningkatkan jumlah BUMN dalam program pasar digital adalah melalui virtual Expo yang baru saja diresmikan Senin hari ini.

"Kita tentunya berharap dari sembilan BUMN yang sudah melakukan pengadaan melalui PaDi UMKM ini bisa terus meningkatkan ke depannya. Salah satu upaya untuk bisa meningkatkan jumlah BUMN dan juga pengadaan yang dilakukan BUMN melalui PaDi UMKM ini adalah pengadaan atau pelaksanaan virtual Expo 2021 ini," ujar dia Senin (15/2/2021).

Baca Juga: Syarat IKM Pangan Bisa Go Internasional

Kemitraan BUMN dan UMKM sendiri pun akan disesuikan dengan model bisnis atau klaster BUMN. Artinya, berbagai macam produk UMKM dalam kebutuhan proses produksi maupun proses kerja dengan model bisnis yang saling memberikan manfaat dan nilai tambah secara berkelanjutan.

Dalam Gelaran virtual Expo PaDi UMKM 2021 juga harapkan akan bisa menjadi bagian penting dari berbagai kebijakan, program, dan kegiatan di Kementerian BUMN.

Baca Juga: 9 BUMN Borong Produk UMKM Senilai Rp11,4 Triliu

Saat ini, tercatat lebih dari 2.000 buyer group BUMN yang siap mengunjungi 244 lapak UMKM dalam gelaran expo tersebut. Diharapkan mereka bisa semakin mengenal produk dan akhirnya bisa meningkatkan transaksi belanja pada UMKM binaan organisasi maupun instansi.

Virtual expo tidak hanya menampilkan pameran produk UMKM, namun juga ada webinar yang dilaksanakan oleh BUMN dan juga business forum organisasi UMKM binaan "Saat ini para buyer group BUMN bisa melihat lebih dekat produk yang dijajakan oleh para UMKM," kata dia.

Kementerian BUMN mencatat nilai awal transaksi sembilan perseroan pelat merah dalam PaDi UMKM mencapai Rp 11,4 triliun. Jumlah itu tercatat sejak PaDi UMKM di terbitkan pada Agustus 2020 hingga akhir Januari 2021.

Adapun sembilan BUMN yang tergabung dalam sinergitas kemitraan adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom yang bertindak sebagai pihak pengelola informasi terpusat dan layanan pemasaran business-to-business (B2B).

Sedangkan delapan perusahaan negara lainnya adalah Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) atau Wika, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI, PT Pegadaian (Persero), serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Kedelapan perseroan ini berperan sebagai pihak atau pilot pada delapan kelompok kegiatan UMKM, termasuk UMKM yang diasuh dalam program pembinaan Rumah BUMN dan Community Development Center (CDC) tiap-tiap BUMN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini