Gubernur BI Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Jadi 4,3%-5,3%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 320 2364279 gubernur-bi-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-ri-2021-jadi-4-3-5-3-t1ZQ8U4KvX.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Tangkapan layar di youtube BI)

JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,3%-5,3%. Besaran ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada kisaran 4,8%-5,8%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan revisi ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2020.

 Baca juga: Menko Airlangga Proyeksi Ekonomi RI 2021 Rebound ke 5,5%

"Bank Indonesia akan mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, " ujar Perry di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Kata dia, pemulihan perekonomian global diprakirakan semakin membaik. Perkembangan tersebut sejalan dengan implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara untuk membangun herd immunity dan mendorong mobilitas, serta berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter.

 Baca juga: Pajak Mobil Baru 0% demi Kejar Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

" Pemulihan ekonomi global yang lebih tinggi di negara maju ditopang terutama oleh Amerika Serikat (AS), sedangkan di negara berkembang didorong oleh perbaikan ekonomi Tiongkok dan India," imbuhnya.

Kinerja positif sejumlah indikator pada Januari 2021 mengonfirmasi berlanjutnya pemulihan ekonomi global tersebut. Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur dan jasa di AS, Tiongkok dan India melanjutkan fase ekspansi. Selain itu, penjualan ritel di Tiongkok dan keyakinan konsumen di India juga terus meningkat.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi global pada 2021 diprakirakan mencapai 5,1%, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,0%. Sejalan dengan perbaikan ekonomi global tersebut, volume perdagangan dan harga komoditas dunia terus meningkat sehingga mendukung perbaikan kinerja ekspor negara emerging, termasuk Indonesia.

Sementara itu, ketidakpastian di pasar keuangan global diprakirakan menurun seiring dengan ekspektasi perbaikan perekonomian dunia. Kondisi likuiditas global juga tetap besar dan suku bunga tetap rendah sejalan dengan stimulus kebijakan moneter yang masih berlanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini