Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bio Farma Dapat Rp2 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 19 Februari 2021 |12:22 WIB
Bio Farma Dapat Rp2 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) mendapat fasilitas pendanaan sebesar Rp2 triliun dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk pengadaan vaksin covid-19.

Dana itu terbagi atas Rp1,5 triliun untuk pembelian bahan baku vaksin dan bahan pendukung produksi vaksin. Dan fasilitas konvensional pembiayaan sebesar Rp500 miliar pada September 2020.

Baca Juga: Dari 7 Vaksin, Hanya Sinovac yang Diproduksi Bio Farma

"Penandatanganan kerjasama fasilitas pembiayaan ini merupakan kelanjutan kemitraan setelah sebelumnya Bank Danamon melalui fasilitas konvensional memfasilitasi pembiayaan sebesar Rp500 miliar pada September lalu," ujar Direktur Danamon Syariah Herry Hykmanto yang diterima MNC Portal Indonesia Jumat (19/2/2021).

Kerjasama pembiayaan Bank Danamon sebesar Rp1,5 triliun ini dilakukan melalui Unit Usaha Syariah (UUS), di mana, perbankan mengucurkan pembiayaan syariah kepada PT Bio Farma dengan fasilitas pembiayaan omnibus trade syariah yang terdiri dari Syariah OAF (Open Account Financing), Buyer dengan akad Mudharabah, Syariah Letter of Credit (LC) SKBDN dengan akad kafalah bil Ujrah, dan Syariah FATR (Financing Againts Trust Receipt) dengan akad Mudharabah. Sementara, pembiayaan sebesar Rp500 milyar melalui fasilitas konvensional.

Baca Juga: Pendanaan Vaksin Covid-19, Bio Farma Colek Himbara

Kerjasama pembiayaan ini merupakan bentuk peran aktif Bank Danamon dalam membantu pemerintah memerangi pandemi Covid-19. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan domestik, dengan mempersiapkan sebanyak 15 juta bulk vaksin untuk tahap pertama di tahun 2021 ini.

 

Mandat pengadaan vaksin Covid-19 untuk Bio Farma ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 99 tanggal 6 Oktober 2020 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 28 tanggal 22 Oktober 2020. Pemerintah menargetkan 181,5 juta orang menerima vaksin virus corona baru dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Untuk menyuntikkan vaksin virus corona kepada 181 juta orang, pemerintah membutuhkan sekitar 426 juta dosis.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement