Proyek SPAM Jatiluhur I Rp1,7 Triliun Bakal Rampung Agustus 2024

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 20:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 320 2365135 proyek-spam-jatiluhur-i-rp1-7-triliun-bakal-rampung-agustus-2024-HDyqGTvXIn.jpg Konstruksi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I bakal segera dilakukan. Hal tersebut setelah pemerintah menunjuk Konsorsium Wika Tirta Jaya Jatiluhur untuk menggarap proyek ini.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, proses konstruksi direncanakan akan dimulai pada Agustus 2021.

Dengan perkiraan atau target konstruksi adalah 2,5 tahun maka fasilitas SPAM Jatiluhur 1 ini akan rampung pada Februari 2024.

Sebagai gambaran, dari target masa kerja 30 tahun, 2,5 tahun merupakan masa konstruksi. Sedangkan 27,5 tahun sisanya merupakan masa pengoperasian dari SPAM Regional Jatiluhur 1.

“Konstruksi akan dimulai pada Agustus 2021, sampai Februari 2024,” ujarnya di Auditorium Kementerian PUPR, Jumat (19/2/2021).

Baca Juga: Proyek SPAM Jatiluhur Rp1,7 Triliun Dibangun dengan KPB

Saat ini lanjut Eko, konsorsium WIKA tersebut agar segera melengkapi persyaratan pendahuluan. Termasuk juga mengenai pendanaan yang diperkirakan memakan waktu hingga Agustus 2021.

Adapun total nilai proyek ini adalah Rp1,7 triliun. Masa konsesi dari fasilitas SPAM ini adalah 30 tahun.

“Setelah tanda tangan, badan usaha ini akan segera melakukan pemenuhan persyaratan pendahuluan termasuk financial close yang direncanakan minggu ke-3 Februari sampai minggu ke-2 Agustus 2021,” jelasnya.

Sebagai gambaran, SPAM Jatiluhur I akan mampu memproduksi air minum sebesar 4.750 liter per detik. Hasil produksi ini akan dirasakan manfaatnya ke 4 Wilayah di Jakarta dan Jawa Barat.

Keempat wilayah tersebut adalah DKI Jakarta sebesar 4.000 liter per detik. Kemudian ada Kota Bekasi yang akan mendapatkan aliran sebesar 300 liter per detik.

Kemudian untuk Kabupaten Bekasi juga bisa mendapat 100 liter per detik. Dan terakhir Kabupaten Karawang akan mendapatkan pasokan air bersih 350 liter per detik.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur Hendra Rachmanto mengatakan, sebenarnya pihaknya bisa saja memproduksi air melebih kapasitas 4.750 liter per detik. Namun menurutnya, hal tersebut terkendala pasokan bahan baku air

Mengingat, Perum Jasa Tirta II sebagai pemasok bahan baku hanya membatasi sebanyak 5.000 liter per detik saja. Menurut Hendra sangat wajar jika perum Jasa Tirta membatasi pasokan air, karena sebagai pengelola Waduk Jatiluhur perlu untuk membagi secara rata air-air yang nantinya akan diolah menjadi air bersih.

“Tapi kita dibatasi (kuotanya) dari Jasa Tirta II. Kita dapat dari Jasa Tirta 5.000 kalau dari air baku. Itu tergantung Jasa Tirta karena dia kan yang membagi,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini