Mengintip BLT Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 320 2365786 mengintip-blt-jaminan-kehilangan-pekerjaan-lJ7OiRWAW9.jpg BLT (Foto: Okezone)

JAKARTA - BLT subsidi gaji atau Upah (BSU) tidak akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2021 ini. Pemerintah menyiapkan anggaran bantuan tunai dalam program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

Tujuan dari anggaran ini agar masyarakat bisa terbantu selama pandemi covid-19 ini. Kementerian Ketenagakerjaan pun sudah mengatur berapa besaran upah yang akan didapatkan nantinya.

Ada sejumlah fakta menarik dari pemberian Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) ini sebagai pengganti BSU. Berikut Okezone merangkumnya.

Baca Juga: Korban PHK Dapat Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Berikut Jumlahnya 

1. Mengintip Besaran Bantuan yang Diterima

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi, mengatakan besaran uang yang diterima sebesar 45% dari upah per bulan dengan batas maksimal upah Rp5 juta per bulan selama 3 bulan. Sedangkan 3 bulan sisanya peserta akan mendapatkan manfaat JKP sebesar 25% dari upah sebulan.

"Besaran uang tunai ada rumusnya, yakni 45% dari gaji terakhir selama 3 bulan, dan 25% kali gaji terakhir 3 bulan berikutnya," kata Anwar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini