2. Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan
Prioritas dari pengelolaan uang ini sebaiknya mengutamakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Seseorang perlu memastikan antara mana yang merupakan kebutuhan utama dan mana yang hanya sebatas keinginan atau gaya hidup belaka.
“Kembali lagi, jadi jangan menuruti gaya hidup melainkan turuti apa yang menjadi keutuhan hidup kita. Misal motor, kita perlu motor untuk ke kantor. Walau ada berbagai jenis teknologi motor, kita harus sesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, dari sekian banyak pilihan motor, motor matic saja perlu sebenarnya jadi tidak perlu yang berharga tinggi,” tutur Andi.
Jika sudah memastikan mana yang menjadi kebutuhan atau sekadar gaya hidup, menurut Andi, seseorang tidak akan terjebak dan masuk ke dalam jurang kemiskinan.
3. Hindari Kebiasaan Utang Konsumtif
Kemudian, hindari kebiasan berutang hanya untuk keperluan gaya hidup atau yang bersifat konsumtif saja. Maka dari itu, dalam menentukan keputusan keuangan untuk berhutang perlu dipikirkan dengan matang.
“Sebaiknya menghindari kegiatan berutang, apalagi berutangnya hanya untuk gaya hidup ya, begitu,” kata Andi.
Andi melanjutkan bahwa sebenarnya boleh saja berutang, misalkan untuk kredit kepemilikan rumah (KPR). Namun, dalam memilih KPR itu harus disesuaikan juga dengan kebutuhan dan kemampuan seseorang. Jika tidak pandai dalam melakukan penyesuaian tersebut, uang malah akan habis untuk membayar utang atau cicilan rumah saja sedangkan kebutuhan yang lain tidak terpenuhi.
“Jadi kalau mau berutang, berutanglah untuk hal yang produktif, seperti KPR tadi karena KPR termasuk utang yang bagus,” ungkapnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.