Cuti Bersama 2021 Ditetapkan Hanya 2 Hari, Simak Tanggalnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 320 2366329 cuti-bersama-2021-ditetapkan-hanya-2-hari-simak-tanggalnya-xrR0cKIXf2.jpg Cuti Bersama 2021 Dipangkas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Cuti bersama 2021 diputuskna hanya tinggal 2 hari. 12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan 24 Desember dalam rangka Raya Natal 2021.

Perubahan cuti bersama tahun ini berdasarkan kesepakatan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

Baca Juga: Alasan Pemerintah Pangkas Cuti Bersama Jadi 2 Hari

"Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti bersama dikurangi dari semula 7 hari menjadi hanya tinggal 2 hari saja" ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko PMK, pada Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Libur Lebaran Jadi 3 Hari

Adapun cuti bersama 2021 yang dipangkas:

1. Cuti Bersama Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW: 12 Maret

2. Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri: 17, 18, 19 Mei

3. Cuti Bersama Hari Raya Natal 2021: 27 Desember

Dia menjelaskan beberapa alasan pengurangan libur, yakni kurva peningkatan Covid-19 belum melandai meski berbagai upaya sudah dilakukan. Sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus covid 19 mengalami peningkatan. Mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara itu program vaksinasi sedang berjalan.

"Oleh karena itu pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini