Cuaca Ekstrem, Operator KRL hingga MRT Harus Cepat Berikan Informasi Layanan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 320 2366419 cuaca-ekstrem-operator-krl-hingga-mrt-harus-cepat-berikan-informasi-layanan-p4pUItT7zV.jpg Operator KRL hingga MRT Diminta Cepat Berikan Informasi saat Cuaca Ekstrem. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Transportasi di Jabodetabek menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat banjir beberapa hari ini. Beberapa layanan transportasi khususnya di darat sempat dihentikan sementara atau dilakukan pengalihan akibat terhambat banjir.

Direktur Prasarana Badan Pengelola Transpotasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Edy Nursalam menyebutkan, BPTJ telah memerintahkan semua operator penyelenggara transportasi di Jabodetabek untuk cepat tanggap menyampaikan informasi ke publik jika terjadi gangguan pelayanan akibat bencana banjir dan cuaca buruk akhir-akhir ini.

Baca Juga: Protokol Kesehatan di Transportasi Belum Konsisten, Ombudsman Sebut Ada Pembiaran

Menurut Edy, transportasi publik merupakan bagian dari pelayanan publik maka wajib secara cepat diinformasikan kepada publik jika ada masalah dalam pelayanan, sekalipun disebabkan karena bencana alam.

"Untuk itu kami telah menyampaikan kepada segenap operator transportasi untuk mengindahkan hal ini," jelas Edy.

Baca Juga: Usaha Warung Kopi, Modal Sedikit Untung Banyak

Adapun untuk kanal-kanal informasi layanan penyedia sarana dan prasarana transportasi yang dapat diakses masyarakat di antaranya yakni, akun media sosial PT. KCI (@commuterline) dan akun Twitter resmi layanan pelanggan PT. KAI (@KAI121). Untuk MRT Jakarta dapat mengakses melalui akun Twitter @mrtjakarta dan untuk PT.

TransJakarta melalui @pt_transjakarta. Untuk pengguna jalan tol, dapat mengakses informasi melalui akun Twitter resmi lalu lintas penyelenggara jalan tol yakni @ptjasamarga. Pengguna transportasi Jabodetabek juga dapat mengakses informasi melalui akun Instagram BPTJ @bptjkemenhub.

Di sisi lain, Edy menambahkan, pada dasarnya penyelenggaraan transportasi perkotaan di Jabodetabek tidak boleh sama sekali terhenti meski terjadi banjir. Oleh karena itu, BPTJ telah menerjunkan tim bersama dengan instansi lain yang saat ini tengah melakukan pemetaan wilayah yang rawan terjadi gangguan pelayanan transportasi jika terjadi banjir, termasuk bagaimana mengkoordinasikan langkah antisipasinya.

"BPTJ hari ini telah melakukan rapat koordinasi melibatkan semua Dishub Pemprov / Pemkot / Pemkab se-Jabodetabek serta para operator transportasi. Kami sepakat untuk siap siaga mengantisipasi kemunginan dampak cuaca buruk beberapa hari ke depan terhadap transportasi, " ujar Edy.

Mengingat kondisi cuaca ekstrim masih mungkin terjadi pada beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan lebih aktif mengakses semua informasi terkait pelayanan transportasi. Dengan demikian masyarakat akan dapat melakukan antisipasi terlebih dahulu jika terdapat gangguan penyelenggaraan transportasi, sehingga dapat mengambil keputusan lebih dini jika harus bermobilitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini