Hujan dan Banjir 'Hanyutkan' 160.000 Ton Beras

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 320 2367790 hujan-dan-banjir-bikin-hanyutkan-160-000-ton-beras-adv8nPPoQK.jpg Beras (okezone)

JAKARTA - Perum Bulog pastikan musim hujan saat ini tidak berdampak signifikan bagi produksi beras di penggilingan. Meski begitu, tercatat ada sekitar 32 hektar area atau lahan sawah yang terdampak banjir.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menjelaskan, lahan yang terendam banjir tersebut hanya mempengaruhi pengurangan produksi beras sebanyak 160.000 ton.

 Baca juga: Penduduk Lebih Banyak tapi Beras Belum Terpenuhi, Ketahanan Pangan RI Rentan

"Terkait beberapa daerah buang banjir selama ini tidak mempengaruhi, kebetulan dari data yang kemarin disampaikan Kementerian Pertanian, jadi artinya, data lahan atau area yang terdampak (banjir) yaitu sekitar 32 hektar, nanti akan mengurangi sekitar 160.000 ton," ujar dia saat kepada reporter iNews TV, Rabu (24/2/2021).

Pengurangan jumlah stok beras karena hujan juga diyakini tidak berpengaruh signifikan terhadap stok ketersediaan beras. Saat ini stok beras yang disediakan pemerintah sebanyak 1 juta ton.

 Baca juga: Merugikan, Lagi Surplus tapi 300 Ton Beras Impor Masuk Pasar Induk Cipinang

Sementara ketersediaan stok beras di kalangan petani masih tercatat 7 juta ton. Jumlah itu diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2021.

"Secara umum stok beras yang dikuasai Perum Bulog saat ini sekitar 1 juta ton. Stok yang ada di masyarakat itu sesuai dengan data yang ada di BPS, diakhiri tahun 2020 jumlah ada 7 juta ton. Jadi menurut saya jika dibandingkan dengan kebutuhan per bulan yang rata-rata sekitar 2,5 juta ton stok itu sangat cukup," katanya.

Bulog juga mencatat, jika hujan terus mengguyur sejumlah daerah, maka dipastikan panen raya yang dijadwalkan akan dilakukan pada Maret tahun ini, akan diundur pada Juni dan Juli tahun ini.

"Dari sesi Bulog upaya upaya kita untuk memperkuat cadangan stok beras. Kita tentu saja akan berinteraksi dengan petani menurunkan satgas-satgas pengadaan kita untuk terjun ke petani untuk membeli gabah langsung ke petani," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini