OJK Ungkap Restrukturisasi Kredit Perbankan Rp987 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 320 2368260 ojk-ungkap-restrukturisasi-kredit-perbankan-rp987-triliun-i6UQaoVzQd.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat restrukturisasi kredit perbankan tembus Rp987 triliun. Jumlah itu diberikan kepada 7,9 juta debitur hingga 8 Februari 2021.

Angka itu tercatat tidak sesuai target. Dimana, sebelumnya OJK memprediksi program restrukturisasi akan menyentuh di angka 25 persen.

Baca juga: BI Ingin Bank Tidak Cuma Cari Laba

"Ini restructuring berjalan jumlahnya cukup besar. Tapi ini masih lebih rendah dari ekspektasi kita semula. Kita perkirakan itu waktu itu 25 persen, tapi ternyata ini hanya 18 persen dan jumlahnya sudah flat, bahkan sudah sedikit-sedikit mulai ada beberapa nasabah mulai recovery," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso Kamis (25/2/2021).

OJK juga mencatat, pendapatan bank menjadi berkurang akibat adanya penundaan pembayaran bunga dalam proses restrukturisasi kredit. Sementara di sisi lain, terjadinya peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK).

  Baca juga: Relaksasi DP Rumah dan Mobil 0%, BI: Kredit Konsumsi Naik 0,5%

Dalam gelaran Economic Outlook 2021 'Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021'. Wimboh menjelaskan, penurunan pendapatan dan peningkatan Dana Pihak Ketiga menyebabkan adanya penurunan suku bunga perbankan, khususnya bank yang memiliki porsi kredit besar bagi debitur.

Hal itu berpotensi trade off bagi manajemen lembaga keuangan tersebut. Meski begitu, OJK tetap mengambil langkah untuk menjaga stabilitas perbankan.

"Sehingga ini terjadi trade off, bagaimana bank bisa meng-adjust dengan baik, tapi kami juga harus menjaga bagaimana stabilitas, kita yakinkan, sehingga jangan sampai trade off penurunan suku bunga tetapi membuat masalah di individu perbankan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini