Dirut BSI Sebut Ekonomi RI Masih Bergantung pada Manusia, Maksudnya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 320 2368292 dirut-bsi-sebut-ekonomi-ri-masih-bergantung-pada-manusia-maksudnya-s3OArdgtCq.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 memengaruhi hampir semua lini bisnis. Tak terkecuali juga pada sektor perbankan.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi mengatakan, perlambatan pertumbuhan perbankan menyusul masih lemahnya ekonomi Indonesia. Meskipun sudah mulai membaik, namun pada kuartal IV pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami -2,19%.

Baca Juga: Krisis Pasti Akan Datang, Tiap Berapa Tahun?

"Nah ini kita mesti mencermati kondisi ini. 2020 kita sadar bahwa kondisi ekonomi yang belum membaik walaupun kuartal IV sudah ada tanda-tanda perbaikan tapi masih negatif 2,19%. Dan pertumbuhan ekonomi mengakibatkan banyak kondisi dan ini juga diakibatkan oleh pertumbuhan perbankan yang melambat," ujarnya dalam acara Rakornas BSI, Kamis (25/2/2021).

Perlambatan sektor perbankan ini juga karena minimnya permintaan pembiayaan. Wajar saja, karena aktivitas masyarakat dibatasi menyusul adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga: Diterpa Krisis Ekonomi dan Kesehatan, Erick Thohir: Manusia Selalu Bangkit

"Bisa bayangkan sektor produksi seperti pabrik kemudian perdagangan, mal, restoran pada saat kita PSBB itu tidak bisa terjadi movement manusia. Kalau manusianya enggak ada tidak terjadinya ekonomi," jelasnya.

Apalagi, ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat termasuk daya beli. Hal ini berbeda dengan negara-negara maju yang sudah industrinya sudah menggunakan mesin.

"Karena pada dasarnya ekonomi Indonesia tergantung dari banyak orang karena kita masih padat karya di sini. Beda sama negara lain yang sudah pakai mesin," jelas Hery.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini