Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengakuan Menko Luhut hingga Erick Thohir soal Investasi Tesla, Cek 5 Faktanya

Alya Ramadhanti , Jurnalis-Sabtu, 27 Februari 2021 |06:22 WIB
 Pengakuan Menko Luhut hingga Erick Thohir soal Investasi Tesla, Cek 5 Faktanya
Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Indonesia masih negosiasi investasi dengan Tesla. Hal ini menjawab tudingan bahwa Tesla kabur dari Indonesia lantaran telah membangun pabrik mobil listrik di India.

Kerjasama Indonesia dan Tesla diutarakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, di mana, Tesla dan BASF, perusahaan asal Jerman, akan menginvasi asetnya ke dalam ekosistem pabrik baterai mobil listrik Indonesia yang saat ini tengah dibangun.

Berikut fakta-fakta menarik terkait Investasi Tesla di Indonesia, yang telah Okezone rangkum, Sabtu (27/2/2021).

1. Tanggapan Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, pemerintah masih tengah melakukan negosiasi dan diskusi dengan Tesla dan sejumlah perusahaan besar lain, baik dari Jepang dan AS untuk bergabung dalam ekosistem pabrik kendaraan listrik (EV battery) milik Indonesia. Proyek strategi itu tengah digenjot saat ini.

"Kita terus mengadakan pembicaraan dengan beberapa perusahaan besar lainnya dari Jepang, Amerika termasuk yang sering dibicarakan di publik yaitu Tesla," ujar Erick dalam gelaran virtual The Indonesia 2021 Summit, The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Soal Investasi Tesla, Menko Luhut: Kami Tidak Pernah Bicara Pabrik Mobil

2. Bahlil Tegaskan Negosiasi Masih Jalan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menepis kabar bahwa perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla menolak investasi di Indonesia. Ia optimis bahwa negosiasi investasi dengan Tesla masih berjalan.

Dia menjelaskan bahwa proses negosiasi Tesla awalnya dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

"Saya akan coba untuk komunikasi dengan Pak Menko informasinya sejauh apa terakhir. Namun ingin menyampaikan begini, ini kan masih nego, nggak ada yang hengkang, kalau hengkang itu kan sudah tiba baru pergi, ini masih berproses," kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2/2021).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement