Holding BUMN Panas Bumi, Begini Catatan DEN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2370070 holding-bumn-panas-bumi-begini-catatan-den-UtMWyAbAka.jpg Rencana Holding BUMN Geothermal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai perlu adanya penyesuaian antara Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028 dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) ihwal target geothermal atau panas bumi. Penyesuaian tersebut seiring dengan pembentukan Holding BUMN Geothermal.

Anggota DEN Satya Widya Yudha mencatat, panas bumi dalam target RUEN sepanjang 2020 berada di angka 3.109,5 megawatt (MW). Sementara realisasinya atau kapasitas terpasang baru dikisaran 2.131 MW, hal ini menyebabkan adanya celah (gap) sebesar 1.000 sekian MW.

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Alasan Pentingnya Holding BUMN Ultra Mikro

Di sisi lain, geothermal dalam RUPTL tahun 2019-2028 ditargetkan pemerintah dikisaran 2.289,5 MW. Dengan begitu, target RUEN tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasinya dan proyeksi RUPTL.

"Walaupun kita juga tahu RUPTL kita, kalau kita lihat apa yang tercantum dalam RUPTL tahun 2019-2028, itu mereka (pemerintah) menargetkan sekitar 2.289,5 MW jadi perlu ada satu revisi mengenai RUPTL dengan RUEN kita. RUEN kita tinggi sekali, itu memerlukan, otomatis bagaiamana mengimplementasikan target tersebut di dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang mendorong tumbuhnya daripada panas bumi," ujar dia dalam sisi wawancara dengan salah satu TV Nasional, Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Begini Skema dan Tujuan Holding BUMN Ultra Mikro

Dari analisa DEN, target panas bumi pada 2025 dikisaran 7.239 MW masih berada pada proyeksi yang realistis. Namun, upaya untuk merealisasikan hal itu butuh kerja keras dan partisipasi pihak berwenang. Khususnya, Kementerian BUMN dan perseroam pelat merah di sektor energi.

"Nanti RUEN di tahun 2025 itu juga kita meminta sekitar 7.239 magawatt, berarti kan lihat sekarang baru 2.131 magawatt, sedangkan 2025 harus sampai 7.239, itukan tentunya satu tugas yang tidak muda sehingga ada upaya-upaya yang dilakukan dalam hal ini korporasi dan Kementerian BUMN untuk bagaiaman capaian daripada panas bumi khususnya, itu bisa mencapai target RUEN. Itu cara kita melihat dari dewan energi nasional," katanya.

Ihwal pendirian Holding BUMN Panas Bumi, Satya mengatakan hal itu masih berbentuk proposal. Dia menilai, holdung baru tersebut merupakan langkah maju untuk mendorong pengembangan panas bumi di dalam negeri.

Menteri BUMN Erick Thohir justru menargetkan Holding BUMN Geothermal akan direalisasikan pada 2021. Holding ini gabungan dari anak usaha PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Soal pembentukan Holding BUMN ini, manajemen perseroan akan menggabungkan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT PLN Geothermal dalam struktur baru tersebut.

Target finalisasi holding pada tahun ini dibenarkan oleh Direktur Mega Proyek PLN M. Ikhsan Assaad. Kepada MNC Portal Indonesia, dia mengaku bahwa pihaknya sudah mendapat arahan dari pemilik saham mayoritas.

"Memang arahan Pak Menteri Erick itu, direncanakan pembentukan Holding Geothermal, terdiri dari PLN, kemudian juga Pertamina, kita juga punya anak usaha PLN Geothermal, kemudian kemudian Geo Dipa, rencananya tahun ini selesai," ujar dia saat dihubungi.

Merespon arahan Erick Thohir, manajemen kedua perseroan pun sudah melakukan sejumlah pertemuan. Dalam pembahasan awal, keduanya memaparkan aset dari masing-masing anak usaha. Pembahasan juga perihal Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal anak usaha perseroan. Masing-masing manajemen mewakili anak usahanya memaparkan poin-poin fundamental dari kinerja anak usaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini