Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Perkasa, Vaksin Covid-19 dan Stimulus Jadi 'Obat Kuat'

Antara , Jurnalis-Selasa, 02 Maret 2021 |08:04 WIB
Wall Street Perkasa, Vaksin Covid-19 dan Stimulus Jadi 'Obat Kuat'
Wall Street (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Saham-saham Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dengan sektor teknologi memimpin reli saat pasar obligasi tenang setelah aksi jual selama sebulan.

Wall Street menguat terangkat sentimen vaksin COVID-19 mendapatkan persetujuan AS dan stimulus fiskal mendorong ekspektasi pemulihan ekonomi yang cepat.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 603,14 poin atau 1,95 persen menjadi ditutup di 31.535,51 poin. Indeks S&P 500 terangkat 90,67 poin atau 2,38 persen, menjadi menetap di 3.901,82 poin. Indeks Komposit Nasdaq melesat 396,48 poin atau 3,01 persen menjadi berakhir di 13.588,83 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor teknologi dan keuangan masing-masing melonjak 3,18 persen dan 3,12 persen, memimpin kenaikan.

Reli pasar terjadi karena kemajuan pesat dalam imbal hasil obligasi AS terhenti, mengurangi kekhawatiran investor atas kenaikan suku bunga.Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun turun menjadi sekitar 1,449 persen pada Senin (1/3/2021), setelah mencapai tertinggi satu tahun 1,614 persen Kamis lalu (25/2/2021).

Baca Juga: Wall Street Bervariasi meski Saham Teknologi Kembali Menguat 

Biasanya, imbal hasil rendah menghasilkan biaya pinjaman yang rendah, suku bunga hipotek (KPR) yang menarik, dan dapat memberikan dorongan ke pasar ekuitas, sementara imbal hasil yang lebih tinggi membuat obligasi menjadi alternatif yang lebih layak daripada saham.

Johnson & Johnson berakhir naik 0,5 persen, tetapi turun dari level tertinggi sebelumnya, setelah mulai mengirimkan vaksin dosis tunggal setelah menjadi vaksin COVID-19 resmi ketiga di Amerika Serikat selama akhir pekan.

Presiden Joe Biden mencetak kemenangan legislatif pertamanya ketika DPR AS mengesahkan paket bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS pada Sabtu pagi (27/2/2021). Rancangan udang-undang itu sekarang beralih ke Senat.

“Sentimen risiko dengan lebih banyak investor menunjukkan minat terhadap saham-saham siklikal, sementara dorongan vaksinasi yang positif dan angka makro yang lebih baik mengisyaratkan lingkungan pertumbuhan yang lebih baik,” kata Keith Buchanan, manajer portofolio di Globalt di Atlanta.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement