Wall Street Jatuh Tertekan Saham Apple dan Tesla

Antara, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 278 2371300 wall-street-jatuh-tertekan-saham-apple-dan-tesla-JfwwdsWNdW.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

JAKARTA - Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), terseret penurunan saham Apple dan Tesla saat kemunduran sektor teknologi yang membebani pasar.

Sementara saham material naik karena investor menunggu Kongres AS untuk menyetujui paket stimulus lain.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 143,99 poin atau 0,46 persen menjadi berakhir di 31.391,52 poin. Indeks S&P 500 berkurang 31,53 poin atau 0,81 persen, menjadi menetap di 3.870,29 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup anjlok 230,04 poin atau 1,69 persen, menjadi 13.358,79 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi terpangkas 1,63 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor material terangkat 0,58 persen, menjadi satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

Baca Juga: Wall Street Perkasa, Vaksin Covid-19 dan Stimulus Jadi 'Obat Kuat' 

Menyusul kenaikan kuat di hari sebelumnya, saham-saham teknologi merosot saat dimulainya kembali rotasi oleh investor keluar dari saham yang berkinerja lebih baik ketika pandemi virus corona, beralih ke saham lain yang dipandang mungkin berkinerja lebih baik saat ekonomi pulih. Indeks sektor material dan kebutuhan pokok konsumen S&P 500 menguat.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan telah stabil setelah mencapai tertinggi satu tahun minggu lalu.

Imbal h​asil obligasi terus menjadi fokus di Wall Street. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun dari tertinggi minggu lalu, ketika mencapai 1,61 persen. Imbal hasil merosot menjadi sekitar 1,41 persen pada Selasa sore (2/3).

“Sebagian karena teknologi naik pesat tahun lalu, dan jika suku bunga naik maka nilai arus kas mendatang mereka akan berkurang,” kata Tom Hainlin, ahli strategi investasi global di US Bank Wealth Management.

S&P 500 pada Senin (1/3) mencatat hari terbaiknya sejak Juni ketika pasar menyambut baik persetujuan vaksin COVID-19 ketiga di Amerika Serikat dan lampu hijau Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk paket bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS.

Senat AS akan mulai memperdebatkan rancangan undang-undang bantuan Presiden Joe Biden minggu ini ketika Demokrat bermaksud mengesahkan undang-undang tersebut melalui manuver yang dikenal sebagai "rekonsiliasi," yang akan memungkinkan RUU itu disahkan dengan mayoritas moderat.

Apple merosot sekitar 2,0 persen dan Tesla merosot lebih dari 4,0 persen, dengan kedua perusahaan tersebut berkontribusi paling besar terhadap kerugian S&P 500 hari itu.

Penyedia kredit kepemilikan rumah Rocket Companies, melonjak 71 persen dalam keuntungan hari ketiga berturut-turut karena sahamnya menarik minat pada WallStreetBets yang populer di Reddit.

Kohl's Corp menguat 0,6 persen setelah membukukan hasil kuartal liburan di luar ekspektasi pasar karena peningkatan penjualan daring dan perusahaan menekan biaya-biaya.

Penyedia rating TV Nielsen melonjak 7,6 persen setelah menjual bisnis iklan video canggihnya ke penyedia platform streaming televisi Roku. Saham Roku anjlok 7,3 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini