Erick Thohir Sindir Hipmi Terlalu Asyik dan Sibuk Berpolitik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 320 2373066 erick-thohir-sindir-hipmi-terlalu-asyik-dan-sibuk-berpolitik-QGR9vdmXrm.jpeg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyindir anggota dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang sibuk berpolitik. Dia mempertanyakan expertise atau keahlian Hipmi.

"Mohon maaf, untuk para Ketua Hipmi, yang selama ini saya aktif di Hipmi, itu yang selama ini saya challenge di awal, mana pembangunan expertise daripada Hipmi," ujar Erick dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hipmi, Kamis (5/3/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Entrepreneurship RI Tertinggal Jauh dari Malaysia

Dalam catatan Erick, rata-rata negara maju memiliki tingkat entrepreneurship mencapai 14%. Sementar Indonesia hanya mencapai 3,47%. Angka ini membuat pelaku wirausaha Indonesia tertinggal jahu dengan Singapura, yang tingkat entrepreneurship mencapai 8,76%, Malaysia 4,74%, dan Thailand mencapai 4,26%.

Baca Juga: Pengusaha Sebut Inovasi dan Teknologi Masih Dikuasai Bangsa lain

Hal ini yang membuat Erick geram, dia bahkan tak segan-segan mengutarakan bahwa anggota Hipmi selama ini asik dan sibuk berpolitik saja. Menurutnya, jaringan yang dimiliki Hipmi, seyogyanya organisasi pengusaha muda itu mampu memberikan dampak positif bagi entrepreneurship di Indonesia.

"Selama ini kita hanya asyik dan sibuk berpolitik, dan kadang-kadang, tadi selalu minta keberpihakan. Tapi banyak pengusaha yang tumbuh sekarang itu bukan karena itu, tapi bagaimana mereka bisa melihat peluang dan punya kapabilitas. Suapaya mereka bisa mendapat kesempatan itu," katanya.

Erick menyarankan, perlu adanya gerakan pembaharuan dan inovasi bagi pelaku usaha di sektor teknologi. Artinya, pengembangan digitalisasi menjadi instrumen penting untuk mendorong entrepreneurship di Indonesia. Khusus untuk Hipmi, dia berpesan, pada usia 50 tahun kedepan diperlukan perbaikan peta jalan atau roadmap organisasi.

"Ketika diadu, pasti persaingan ini, di era keterbukaan itu sangat transparan dan itu terlihat. Ini yang juga saya sangat senang tadi disampaikan bahwa akan ada roadmap 50 tahun kedepan untuk Hipmi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini