Ulima Nitra Akan IPO, Begini Bibit Bebet Bobotnya

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 278 2373303 ulima-nitra-akan-ipo-begini-bibit-bebet-bobotnya-QGU80XtGhQ.jpg IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Ulima Nitra memiliki minat mencatatkan saham di pasar modal pada tahun ini atau initial public offering (IPO), meski pandemi masih berlangsung. Perusahaan tersebut optimistis pemulihan ekonomi dan berjalannya vaksin Covid-19.

Penawaran umum saham ini dilakukan secara elektronik. Ulima Nitra adalah perusahaan di bidang jasa pertambangan dan jasa sewa menyewa peralatan pertambangan yang berlokasi di Palembang.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Surya Fajar Sekuritas dan jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah mencapai 300 juta unit dengan harga penawaran Rp118 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, Perseroan menargetkan perolehan dana sekitar Rp35,4 miliar.

Baca Juga: IPO, Ulima Nitra Bidik Incar Dana Rp35,4 Miliar 

Sesuai rencana, perseroan berencana menggunakan dana IPO untuk modal kerja seperti biaya bahan bakar (oil and fuel), biaya perawatan (service) ringan dan suku cadang. Demikian seperti dirangkum Okezone, Sabtu (6/3/2021).

Selain itu, dana IPO juga akan digunakan untuk biaya lain-lain guna mendukung kegiatan operasional perusahaan. Selain Ulima Nitra, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, ada 27 perusahaan yang berencana melakukan IPO saham tahun ini. Sebanyak 21 dari 27 perusahaan tersebut merupakan perusahaan dengan skala aset menengah ke atas.

Selain melakukan IPO, perusahaan menyelenggarakan program employee stock allocation (ESA) sebanyak 9,62 juta saham atau 3,21% dari saham yang ditawarkan. Bersamaan dengan penawaran umum perdana, perseroan akan menerbitkan saham baru dalam rangka konversi utang senilai Rp40 miliar.

Konversi utang ini dilakukan kepada PT Surya Fajar Capital sebanyak 233,05 juta saham dan PT Surya Fajar Corpora sebanyak 105,93 juta saham. Konversi ini setara dengan 10,8% dari total modal yang disetorkan. Sedangkan masa penawaran umum pada 2-4 Maret 2021, distribusi secara elektronik pada 5 Maret 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Maret 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini