Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Peluang Besar Pengusaha Lokal Unjuk Gigi

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 455 2373324 jokowi-gaungkan-benci-produk-asing-peluang-besar-pengusaha-lokal-unjuk-gigi-785Dm1sC5k.jpg Jokowi saat Rakernas Hipmi (Foto: Hipmi)

Rama juga menjelaskan, Hipmi berharap agar langkah ini bisa diterapkan juga oleh para produsen-produsen besar di Indonesia agar lebih mau secara ikhlas untuk meningkatkan TKDN dalam produksinya dan tidak hanya pemerintah tetapi pihak swasta juga harus memiliki rasa cinta produk buatan dalam negeri.

“Langkah ini, sangat perlu diperhatikan oleh para pengusaha, produsen, dan juga UMKM karena kita mempunyai pasar yang besar hal inilah yang perlu kita manfaatkan. Meningkatkan segala aspek dalam produk yang dihasilkan agar melahirkan konsumen yang loyal untuk produk-produk Indonesia,” ujar Rama.

Rama menambahkan, jangan sampai nanti malah langkah pemerintah yang sudah memprioritaskan penggunaan produk-produk dalam negeri dalam belanja negaran ataupun BUMN, tetapi tidak dimanfaatkan para produsen besar tersebut karena tidak mau berupaya meningkatkan TKDN dalam proses produksinya. Nanti multiplier effect seperti yang diharapkan presiden malah tidak terjadi.

“Untuk mendukung langkah Presiden Jokowi, Hipmi juga akan membentuk satgas untuk mengecek bagaimana situasi di lapangan. Hal ini kami lakukan untuk bertujuan langkah ini bisa berjalan baik dan efektif agar para konsumen bisa lebih mencintai produk dalam negeri dan tidak membeli produk luar negeri dan langkah ini juga untuk bisa memberikan laporan dan juga rekomendasi,” tutup Rama.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membeberkan masalah yang memicu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan benci produk asing.

Lutfi menceritakan, awalnya dia yang menceritakan isi artikel dari World Economic Forum (WEF) mengenai produk hijab buatan lokal diadopsi oleh platform perdagangan online (e-commerce) asing dan berujung pada penjualan produk yang sama dengan harga yang lebih murah di Indonesia.

Cara-cara seperti itu, Lutfi menjelaskan, dikenal dengan istilah predatory pricing. Konsep ini juga sangat dilarang oleh dunia perdagangan internasional.

"Ini yang sebetulnya dibenci Pak Jokowi. Aksi-aksi ini yang sebenarnya yang tidak boleh ini yang dibenci," kata Lutfi.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini