JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) merayu perusahaan startup raksasa untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Lalu, apakah mereka tertarik untuk melakukan IPO di BEI?
Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa fakta, Senin (8/3/2021).
Baca juga: IPO Berkah Beton Sadaya, Emiten Baru yang Incar Rp200 Miliar
1. BEI Melakukan Pertemuan dengan Startup Level Unicorn
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengakui pihaknya beberapa kali pertemuan dengan startup level unicorn.
"Untuk informasi kepada MNC Group kami sudah beberapa kali bertemu unicorn dan membahas apa yang bisa kami lakukan untuk memudahkan mereka IPO di BEI," ujar Inarno dalam webinar yang digelar MNC Group di Jakarta (2/3/2021).
Baca juga: Ulima Nitra Akan IPO, Begini Bibit Bebet Bobotnya
2. Ini yang Dibahas BEI dengan Startup Unicorn
Pembahasan dilakukan demi mengakomodasi startup berbasis teknologi agar melakukan IPO di pasar modal Indonesia. BEI sendiri telah memiliki layanan beberapa papan pengembangan yang bertujuan bisa merangkul pelaku startup agar memanfaatkan pasar modal Indonesia.
3. Ada 3 Startup Binaan IDX Incubator yang Melantai di BEI
Hingga saat ini total binaan IDX Incubator yang sudah tercatat di BEI sebanyak tiga binaan, yakni PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH).
4. Tidak Semua Startup Binaan IDX Incubator Tercatat di Papan Akselerasi
Para binaan IDX Incubator tersebut sudah tercatat tapi tidak semuanya di papan akselerasi, karena ada yang memenuhi kriteria dan tercatat di papan pengembangan yaitu YELO. Sedangkan PGJO dan CASH adalah binaan IDX Incubator yang kemudian IPO di papan akselerasi.(dni)
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.