Berat di Ongkos, Jadi Alasan Asing Boleh Ambil Harta Karun RI

Shifa Putri, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 320 2374499 berat-di-ongkos-jadi-alasan-asing-boleh-ambil-harta-karun-ri-cp78VrcN3q.jpg Harta Karun (Foto: Deeperblue)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengizinkan investor asing mencari harta karun maupun benda muatan kapal tenggelam di bawah laut Indonesia.

Apa alasannya?

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan alasan pemerintah membuka izin invetasi asing dan swasta dalam negeri untuk mencari harta karun maupun Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di bawah laut Indonesia.

Hal itu didasari beban biaya yang cukup besar dalam setiap pengangkatan benda muatan kapal tenggelam. Demikian seperti dilansir IDX Channel, Senin (8/3/2021),

Biaya setiap pengangkatan benda muatan kapal tenggelam mencapai USD500 ribu hingga USD1 juta.

Saat ini, tercatat ada 463 titik benda muatan kapal tenggelam di Indonesia dengan potensi ekonomi mencapai USD9,6 miliar.

Namun dari jumlah tersebut, baru 25% yang sudah disurvei dan hanya sekitar 3% yang sudah dieksploitasi dan diangkat. Perkiraan nilai itu dihitung dengan asumsi benchmark balai lelang christie yang mencapai USD20 juta per titik.

Sementara itu Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan BMKT Indonesia menilai, dari sisi ekonomi setiap lokasi BMKT dapat bernilai antara USD80 ribu hingga USD18 juta.

Jika dimanfaatkan untuk mendukung pariwisata, lokasi benda muatan kapal tenggelam dapat menghasilkan USD800 hingga USD126 ribu per bulan di satu lokasi harta karun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini