Penjualan Miras Anjlok, Laba Multi Bintang Terjun Bebas Jadi Rp285 Miliar

Selasa 09 Maret 2021 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 278 2374793 penjualan-miras-anjlok-laba-multi-bintang-terjun-bebas-jadi-rp285-miliar-u9JiKSLNky.jpg Laba Multi Bintang Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 terkait bidang usaha penanaman modal yang juga mengatur investasi industri minuman keras (miras), memberikan sentiment negatif terhadap emiten produsen miras, seperti PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI). Apalagi, perseroan di tahun 2020 kemarin mencatatkan kinerja keuangan kurang memuaskan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, disebutkan, MLBI membukukan pendapatan senilai Rp1,98 triliun atau anjlok 46,51% dari tahun sebelumnya Rp3,71 triliun. Penurunan pendapatan pun berimbas pada laba bersih perseroan. Demikian dikutip Harian Neraca, Selasa (9/3/2021).

Baca Juga: 7 Fakta Perpres Investasi Miras Dicabut, Nomor 5 Bukan Barang Baru

Laba MLBI tergerus 76,30% menjadi Rp285,66 miliar pada 2020 dari posisi tahun sebelumnya Rp1,20 triliun. Dilihat dari kelompok produk yang ditawarkan perusahaan yang terafiliasi dengan Heineken ini, penjualan produk beralkohol turun 49,845% menjadi Rp1,64 triliun. Pada 2019, penjualan produk beralkohol dari MLBI mencapai Rp3,27 triliun.

Sementara penjualan produk non alkohol turun lebih minimal sebesar 21,82% secara tahunan menjadi Rp344,63 miliar dari sebelumnya Rp440,87 miliar. Dari sisi tujuan penjualan, pasar lokal mengalami penurunan penjualan sebesar 46,54% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,96 triliun dan ekspor turun 56,07 persen yoy menjadi Rp4,81 miliar. Pos total aset dari produsen Bir Bintang ini naik tipis 0,36% yoy menjadi Rp2,,90 triliun.

Baca Juga: Izin Usaha Lanjut Terus meski Perpres Investasi Miras Dicabut, Cek 4 Faktanya

Saat ekuitas tumbuh 25,07% menjadi Rp1,43 triliun, perseroan membukukan penurunan liabilitas 15,81 persen menjadi Rp1,47 triliun. Sementara itu, saham MBLI terpantau melemah 0,55% atau 50 poin ke Rp9.050 per saham pada akhir perdagangan sesi I Senin (8/3) kemarin. Sebagai informasi, perseroan berkomitmen menjadi perusahaan terdepan dalam aspek keberlanjutan di Indonesia.

Saat ini, setengah dari energi yang digunakan di fasilitas produksi Multi Bintang berasal dari sumber energi terbarukan, dan perusahaan memiliki target untuk mencapai 100% penggunaan energi terbarukan pada tahun 2025 sebagai upaya mengurangi jejak karbon.

Sebagai peracik bir tertua di Indonesia, sepanjang perjalanannya Multi Bintang telah belajar untuk berkembang dalam kondisi lingkungan yang selalu berubah, dan perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar yang hadapi di era ini. Perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi masyarakat dan bumi ini, melalui strategi keberlanjutan “Brewing a Better World”, yang berpusat pada kemitraan dan kolaborasi dengan para karyawan, masyarakat sekitar, dan pemangku kepentingan lainnya.

Percepatan ambisi Multi Bintang untuk menggunakan 100% energi terbarukan dalam proses produksi, sebagai upaya mendukung ambisi pemerintah Indonesia untuk mencapai 23% energi terbarukan pada 2025. Pencapaian 97,34% kemasan yang dikembalikan dan digunakan kembali (botol bekas, kaleng, dan barel) serta 98% byproducts yang didaur ulang (spent grain, sludge, dan abu sekam padi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini