Imbal Hasil Surat Utang AS Masih Jadi Sentimen Pasar Saham

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 278 2378180 imbal-hasil-surat-utang-as-masih-jadi-sentimen-pasar-saham-V14XJj71Gg.jpeg saham (Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,53% di level 6.324,26 pada penutupan perdagangan, Senin (15/3/2021). IHSG sempat menguat di sesi pertama di level 6.387,73 namun akhirnya ditutup terkoreksi.

Investment Banking Panin Sekuritas Indra Then mengatakan, investor masih dibayangi lonjakan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) yang pada hari Jumat lalu naik menjadi 1.642%, tertinggi sejak Februari 2020.

 Baca juga: Usai Libur Panjang, IHSG Diprediksi Lesu

Lonjakan imbal hasil surat utang pemerintah AS ini turut mengerek nilai tukar mata uang USD terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

"Pelemahan IHSG ini masih terkait imbal hasil US Treasury yang mana pergerakannya masih volatile. Dampaknya kita lihat rupiah volatile juga diimbangi dengan arus net sell asing di pasar kita utamanya," ujarnya pada closing market IDX Channel, Senin (15/3/2021).

 Baca juga: IHSG Menguat 1%, Sentimen Global Bikin Menghijau

Dia melanjutkan, dalam jangka pendek tren ini akan berlanjut sehingga IHSG berpotensi sideways. "Mungkin tren akan berlanjut sampai 1-2 pekan ke depan," ungkapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini