"Pelemahan IHSG ini masih terkait imbal hasil US Treasury yang mana pergerakannya masih volatile. Dampaknya kita lihat rupiah volatile juga diimbangi dengan arus net sell asing di pasar kita utamanya," ujarnya pada closing market IDX Channel, Senin (15/3/2021).
Baca juga: IHSG Menguat 1%, Sentimen Global Bikin Menghijau
Dia melanjutkan, dalam jangka pendek tren ini akan berlanjut sehingga IHSG berpotensi sideways. "Mungkin tren akan berlanjut sampai 1-2 pekan ke depan," ungkapnya.
(Fakhri Rezy)