Share

Usai Beras dan Garam, RI Bakal Impor 100 Ribu Ton Daging Jelang Lebaran

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 320 2378183 usai-beras-dan-garam-ri-bakal-impor-100-ribu-ton-daging-jelang-lebaran-RDEfX4VqCA.jpg Daging (Okezone)

JAKARTA - Untuk memenuhi kebutuhan daging saat lebaran pemerintah akan membuka keran impor daging sebanyak 100 ribu ton. Dari jumlah itu rinciannya, 80 ribu ton daging kerbau dari India, dan 20 ribu ton daging sapi dari Brazil.

Menteri Perdagangan M. lutfi menjelaskan impor ini dilakukan sebagai langkah substitusi daging sapi hidup dengan daging lainnya. Selain itu, harga daging sapi Australia sedang tinggi.

 Baca juga: Erick Thohir Sedih Produksi Daging Indonesia Rendah

"Nah yang kita kerjakan yang sudah diputuskan dan diimpor saat ini adalah daging kerbau dari India yang jumlahnya 80 ribu ton ditugaskan untuk Bulog dan 20 ribu ton daging sapi dari Brazil oleh PT Berdikari," kata Mendag dalam konferensi persnya secara virtual, Senin (15/3/2021)

Lutfi menyampaikan, Indonesia merupakan negara terbesar pengimpor daging sapi dari Australia. Namun saat ini di mana harga daging sapi mengalami kenaikan.

 Baca juga: Penuhi Pasokan Daging saat Bulan Puasa, RI Andalkan Impor

Hal itu disebabkan oleh kebakaran hutan yang sempat terjadi di Australia pada 2019. Akibatnya ketersediaan daging sapi impor menurun.

"Masalah hari ini ketika ada kebakaran hutan yang sangat luar biasa membuat struktur dari pada stok sapi terganggu. Biasanya harganya dari USD 2,3 hingga USD 2,8 untuk sapi hidup. Hari ini menjadi USD 5 ," jelasnya.

Namun lutfi memastikan, dengan adanya daging impor daging kerbau dan sapi tersebut kebutuhan konsumsi daging di tingkat nasional menjelang bulan puasa bisa terpenuhi.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu lalu.

"Impor garam sudah diputuskan melalui rapat Menko (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)," kata Menteri Trenggono di Indramayu.

Begitu pula, Perum Bulog ditugaskan untuk melakukan impor beras sebesar 1 juta ton. Namun, menurut Dirut Bulog, saat ini belum akan melakukan impor beras sebesar 1 juta ton untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini Bulog fokus pada pengadaan beras yang bersumber dari petani dalam negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini