Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satria Antaran Prima Siapkan Capex Rp60 Miliar untuk Tambah Jaringan Kantor

Satria Antaran Prima Siapkan Capex Rp60 Miliar untuk Tambah Jaringan Kantor
Rupiah (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Danai ekspansi bisnisnya seperti jaringan infrastruktur, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) atau lebih dikenal sebagai SAP Expres menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp50-60 miliar. Di mana dana capex bersumber dari kas perseroan. Namun, jika kurang perseroan akan mencari alternatif lainnya seperti pinjaman dan lainnya.

Sekretaris Perusahaan Satria Antaran Prima, Denny Parhan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, capex akan dipergunakan untuk menambah jaringan infrastruktur (jaringan kantor cabang dan subcabang).

 Baca juga: Listing Perdana Tampil Memukau, Satria Antaran Target Tumbuh Double Digit

“Di tahun ini perseroan juga akan menambah gudang untuk usaha fulfillment, menambah armada kendaraan dan jumlah kurir untuk mendukung kegiatan operasional,” kata Denny mengutip Neraca.

Untuk ekspansi jaringan, SAP Expres akan menambah beberapa kantor cabang, terutama di pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan daerah-daerah lain yang potensial. Target perseroan untuk pulau Jawa adalah memiliki cabang atau subcabang di setiap kabupaten karena volume kiriman memang paling banyak ada di Jawa.

 Baca juga: Satria Antaran Resmi Listing, Jadi Tamu ke 601 di BEI

Sementara untuk daerah-daerah lain akan mengikuti secara bertahap sesuai perkembangan industri dan usaha perseroan.

Denny mengungkapkan, tahun ini, perseroan berencana untuk tetap fokus pada inti bisnis yaitu di layanan last mile dengan pengembangan pengembangan derivatif dari bisnis ini seperti layanan warehouse atau fulfillment, bulky shipment, ritel bisnis, dan sebagainya. Secara segmentasi, perseroan tahun ini mencoba untuk lebih mengembangkan lini usaha retail dengan penetrasi yang lebih dalam pada segmen e-commerce dan social commerce disamping dari segmen tradisional perseroan yaitu di korporasi.

”Selain itu, perseroan membidik segmen marketplace karena segmen ini cukup menjanjikan dari sisi volume yang diharapkan dapat me-leverage pertumbuhan pendapatan perseroan,”ujar Denny.

Per kuartal III-2020, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp329,92 miliar, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang hanya mencatat Rp274,91 miliar. Demikian juga dengan profitability, perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp25,58 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang hanya Rp18,17 miliar.

”Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan karena di saat pandemi banyak toko-toko atau tempat-tempat belanja konvensional yang tutup atau beroperasi secara terbatas, hal ini mengakibatkan orang-orang mengubah pola belanjanya menjadi belanja via online atau e-commerce,” tutur dia.

Usaha online di Indonesia, menurutnya, sangat besar potensinya. Pasalnya, usaha kurir adalah derivatif dari usaha online karena usaha online memerlukan jasa kurir untuk mengirim barang kepada konsumen. Jadi, usaha kurir akan secara langsung terdampak positif dari berkembangnya usaha online.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement