Saham GDYR Sempat Naik 99,29%, Produsen Ban Ini Angkat Bicara

Kamis 18 Maret 2021 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 278 2379813 saham-gdyr-sempat-naik-99-29-produsen-ban-ini-angkat-bicara-uZsxWob08K.jpg Buruh (shutterstock)

JAKARTA - Saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) sempat naik di luar kebiasaan hingga akhirnya disuspensi atau dihentikan sementara oleh PT Bursa Efek Indonesia. Hal ini membuat manajemen emiten produsen ban tersebut angkat bicara.

Menurut Direktur Utama GDYR Randeep S. Kanwar, meningkatnya harga saham perseroan tidak lepas dari sentiment rencana pemegang saham pengendali The Goodyear Tire and Rubber Company mengakuisisi Cooper Tire and Rubber Company yang telah disambut baik oleh pelaku pasar.

 Baca juga: Goodyear Indonesia Tunda Bagikan Dividen

Kata Randeep, pengumuman baru-baru ini yang dibuat oleh pemegang saham mayoritas perusahaan telah membawa harga saham GDYR naik tajam,”The Goodyear Tire and Rubber Company di mana mereka menginformasikan tentang rencana akuisisi GDYR. Hal mana, mungkin mengarah pada kenaikan harga pasar yang tidak biasa. Kami memahami pentingnya penangguhan oleh BEI dan sepenuhnya mematuhi setiap keputusan yang diambil untuk kepentingan stabilitas pasar modal Indonesia,” ujarnya di Jakarta mengutip Neraca.

Selama minggu terakhir Februari, harga saham GDYR naik 99,29%. Kenaikan saham GDYR yang tidak biasa ini membuat BEI resmi memasukkan saham GDYR ke dalam daftar UMA (unusual market activity) per Kamis (25/2). BEI kembali membuka kembali perdagangan GDYR pada sesi I Senin (2/3) dan sejak itu, saham GDYR secara perlahan mulai kembali stabil.

 Baca juga: Telkom Bagi Dividen Rp16,2 Triliun

Meskipun masih terdapat sejumlah volatilitas di saham GDYR karena usulan akuisisi Cooper Tire and Rubber Co. oleh The Goodyear Tire & Rubber Co Ltd, PT Goodyear Indonesia Tbk tetap optimis dalam peningkatan kinerjanya seiring dengan pemulihan ekonomi sepanjang tahun 2021.

“Kami optimis dengan tahun 2021. Aksi korporasi baru-baru ini yang dilakukan oleh perusahaan induk kami menunjukkan pendekatan positif dan progresif karena menggabungkan dua portofolio merek yang saling melengkapi,”kata Randeep.

Meskipun dampak dari akuisisi yang direncanakan pada pasar lokal Indonesia belum diketahui hingga tahap ini, namun perseroan pasti akan terus meningkatkan kualitas di dalam negeri, dengan memberikan inovasi kepada pelanggan. Goodyear Indonesia tetap berkomitmen untuk bersikap terbuka, transparan dan fokus dalam menjalankan strategi yang menguntungkan pemegang saham.

Sepanjang tahun 2020 kemarin, perseroan belum mampu mencetak kinerja yang memuaskan. Namun, perusahaan ini tetap memiliki harapan adanya perbaikan bisnis di masa mendatang. Tengok saja, per kuartal III-2020, penjualan bersih GDYR turun 27,40% (yoy) menjadi USD74,93 juta. Di samping itu, GDYR harus menanggung rugi bersih sebesar USD4,31 juta per kuartal III-2020. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan rugi bersih perusahaan per kuartal III-2019 sebesar USD2,16 juta.

Head of Communications Goodyear Indonesia Wicaksono Soebroto bilang, tahun ini pihak GDYR tetap menaruh harapan yang positif terhadap prospek bisnis perusahaan, meski harus diakui bahwa laju pengembangan bisnis GDYR kemungkinan tidak akan seekspansif tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 masih membayangi berbagai sektor industri, termasuk industri ban, sekaligus membatasi intensitas orang untuk berpergian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini