JAKARTA – Pasar modal Indonesia dihebohkan dengan fenomena pompom saham. Tak hanya di Indonesia, fenomena pompom saham ini juga terjadi di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS).
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, untuk mengatasi fenomena tersebut diperlukan pengembangan terhadap investor pasar modal di Indonesia.
Baca Juga: 2 Perusahaan IPO, Kapitalisasi Market di BEI Naik 1,17%
Reza menyebut, ada yang harus diperhatikan terlebih dahulu, apakah ingin mengejar transaksi saham di Bursa atau pertumbuhan investor yang berkualitas. Sebab, dengan adanya investor yang berkualitas maka nantinya akan dapat memilih saham yang baik.
"Bagaimana mereka memilih perusahaan yang baik, bagaimana mereka memilih perusahaan yang prospeknya baik dan sustainability yang konsisten," ujar Reza saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (19/3/2021).
Baca Juga: Gaet Investor Baru, BEI Siapkan 4 Terobosan Baru
Reza menambahkan, pengembangan terhadap investor pasar modal harus dipertimbangkan terutama bagi Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Karena rata-rata dengan bertambahnya investor berkualitas itu secara tidak langsung sudah menunjukkan bahwa literasi keuangan sudah berjalan dengan baik, jangan sampai niatnya ingin mengedepankan literasi keuangan tapi yang terjadi investor-investor yang tidak berkualitas," kata dia.
"Yang tidak berkualitas seperti apa? investor-investor yang lebih mengedepankan rumor, bandar, tapi tanpa paham industrinya atau perusahaannya dan yang penting dapat untung. Sebenarnya sah-sah saja ada investor yang merasa seperti itu, tapi kalau kita ingin investor berkualitas ya engga seperti itu," sambungnya.