Miris! Ribuan Perusahaan Belum Lunasi THR Tahun Lalu

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 320 2381896 miris-ribuan-perusahaan-belum-lunasi-thr-tahun-lalu-kQd7ZivuCB.jpeg Gaji (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Terungkap ribuan perusahaan belum melunasi THR Lebaran tahun lalu. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengingatkan bahwa kondisi perekonomian di tahun 2021 lebih baik daripada di tahun 2020.

"Ini berdasarkan omongan Menko Perekonomian, Menko Marves, Menaker, dan Menperin. Mereka sendiri yang bilang bahwa ekonomi mulai tumbuh," ujar Said dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Senin(22/3/2021).

Baca juga: Buruh Protes THR Dicicil, Kemnaker Bilang Begini

Dengan demikian, kata dia, kelangsungan perusahaan sudah semakin meningkat. Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa pabrik-pabrik sudah mulai berjalan, baik yang labour intensive dan technical intensive.

"Pabrik tekstil sudah mulai sedikit normal, dan mereka ada yang diversifikasi usaha memproduksi alat-alat kesehatan seperti APD, masker, dan yang lainnya," tambah Said.

Baca juga: KSPI Sebut Masih Ada Perusahaan Belum Lunasi Cicilan THR

Maka dari itu, dia mengatakan bahwa kondisi ekonomi makro dan mikro sedikit membaik meski situasi masih sulit. Namun, Said juga menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa situasi Indonesia jauh lebih baik daripada negara-negara lain.

"Dengan demikian, tidak ada alasan berlindung dibalik dampak Covid-19, THR dibayar tidak penuh alias dicicil. Yang kedua, faktanya, tahun 2020 sampai sekarang, Menaker dan Kementeriannya tidak melakukan pengawasan kok, ribuan perusahaan belum melunasi cicilan THR pekerjanya," tegas Said.

Dia mempertanyakan mekanisme apa yang digunakan Kemnaker untuk membenarkan pembayaran THR di 2021 sama dengan tahun 2020.

"Yang tahun 2020 tidak bayar lunas THR dan tidak bayar THR saja tidak disanksi, pengawasannya tidak ada. Jangan terus-terusan buruh yang diposisikan dalam keadaan sulit, kita paham pengusaha sulit, tapi buruh juga sulit," pungkas Said.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini