Sementara itu pembelian SR014 oleh investor generasi Z tercatat dilakukan oleh 331 orang yang merupakan 0,93 persen dari total investor dengan nominal sebesar Rp119,44 miliar atau 0,71 persen dari total penjualan.
Kemudian jika dilihat dari sisi profesi maka investor wiraswasta mencatat nominal pembelian terbesar yaitu Rp7,24 triliun atau 43,35 persen dari total penjualan, sedangkan pegawai swasta merupakan investor terbanyak yaitu 12.098 orang atau 33,96 persen.
Untuk partisipasi investor ASN, TNI, dan Polri pada SR014 adalah sebesar Rp641,52 miliar atau 3,84 persen dari total penjualan dengan jumlah investor sebanyak 2.110 orang atau 5,92 persen dari total investor.
Dari segi wilayah, nominal penjualan terbesar terjadi pada provinsi DKI Jakarta yaitu Rp6,14 triliun atau 36,77 persen dari total penjualan dari 11.548 orang atau 32,41 persen dari total investor.
Untuk porsi penjualan SR014 di wilayah Indonesia timur adalah 0,89 persen dari total penjualan dengan porsi investor sebanyak 0,62 persen dari total investor.
“Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan SR012 dan SR013 baik dari sisi nominal penjualan maupun jumlah investor,” tulisnya.
Selanjutnya juga terdapat investor baru SR014 yang berjumlah 11.928 orang atau 33,48 persen dari total investor dengan nominal pembelian sebesar Rp4,28 triliun atau 25,63 persen dari total penjualan.
Investor baru SR014 tersebut paling banyak berasal dari generasi Y atau milenial yaitu 5.293 orang atau 44,37 persen dari total investor baru.
Dengan penerbitan SR014, maka hingga Maret 2021 pemerintah telah menerbitkan sebanyak dua instrumen SBN Ritel yaitu ORI019 dan SR014 dengan total nominal penerbitan mencapai Rp42,7 triliun.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.