Share

Emiten Milik Suami Puan Join Pertagas Garap Proyek Pipa Rp4,33 Triliun

Selasa 23 Maret 2021 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 278 2382570 emiten-milik-suami-puan-join-pertagas-garap-proyek-pipa-rp4-33-triliun-6GhV60xOGG.jpg ilustrasi pipa gas (Reuters)

JAKARTA - Komitmen pemerintah perluas jaringan pipa gas di tahun ini memberikan berkah bagi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Pasalnya, perseroan bersama Pertagas membangun dan mengoperasikan pipa minyak koridor Balam-Dumai dan Koridor Minas-Duri-Dumai sepanjang 353,43 km dengan nilai proyek sebesar USD300,63 juta atau Rp4,33 triliun (Kurs Rp14.410 per USD)

Mengutip neraca, berdasarkan perjanjian kedua perseroan itu, Pertagas menyiapkan dana 75% dan RAJA menyediakan dana 25% dari total nilai proyek itu. Akibatnya, Pertagas yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyiapkan dana sebesar USD225,47 juta. Sedangkan, RAJA akan menyiapkan dana sebesar USD75,15 juta. Dana tersebut setera dengan 62% dari total ekuitas perseroan per 30 September 2020.

 Baca juga: Siapkan Dana Akuisisi USD1,6 Juta, Rukun Raharja Tambah Bisnis Baru

Untuk itu, RAJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 27 April 2021 guna memperoleh persetujuan rencana KSO (kerjasama operasi) tersebut. RAJA menilai, rencana itu bagian dari pengembangan usaha di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa, sehingga dapat memberikan manfaat terbaik, khususnya kepada seluruh pemegang saham Perseroan serta manfaat secara umum kepada masyarakat dengan penyediaan pipa untuk pengangkutan minyak dan gas bumi.

Perseroan berharap, setelah rencana transaksi menjadi efektif, akan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham perseroan. Sebagai informasi, tahun ini RAJA mengalokasikan belanja modal sebesar USD100 juta untuk sejumlah rencana termasuk menanti kepastian proyek pipa rokan.

 Baca juga: 2013, Rukun Raharja Targetkan Laba USD5,54 Juta

Plt Direktur Pengembangan Bisnis RAJA, Sumantri Suwarno pernah mengungkapkan, dari besaran capex tersebut sekitar USD70 juta sampai USD80 juta akan dialokasikan untuk proyek pipa Rokan. "Masih tunggu proses akhir di Pertagas (kepastian proyek)," ungkapnya.

Di tahun ini pula, RAJA juga bakal fokus merampungkan pembangunan Discharge Terminal LPG di Rembang sebesar USD4 juta. Tak hanya itu, Sumantri mengungkapkan RAJA juga menyiapkan belanja modal sekitar USD8 juta hingga USD10 juta untuk rencana akuisisi perusahaan gas trading atau pemilik infrastruktur gas di Jabar, Jatim dan Sumatera. "Juga belanja modal untuk pengadaan kompresor gas di Cirebon sekitar USD2,5 juta. Ini proyksi yang akan kita lihat sesuai perkembangan di lapangan,"kata Sumantri.

Sementara itu, berdasarkan komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2020, pemegang saham mayoritas adalah Hapsoro Sukmonohadi yang merupakan suami dari Puan Maharani. Dirinya mempunyai porsi 32,59% atau 1,38 miliar lembar saham.

Manajemen RAJA memastikan, banyak investasi di tahun 2020 yang terpaksa harus tertunda akibat pandemi covid-19. Dengan sejumlah rencana ekspansi tersebut, RAJA optimistis kinerja di 2021 mendatang dapat mendekati capaian di 2019 silam. Di kuartal tiga 2020, RAJA mencatatkan rugi bersih USD259,9 ribu atau memburuk dibanding priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar USD4,2 juta.

Sementara untuk pendapatan usaha emiten minyak dan gas ini tercatat sebesar USD74,15 juta atau turun 17,35% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar USD89,72 juta. Tapi beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD62,03 juta atau turun 18,19% dibanding akhir kuartal III 2019 yang tercatat sebesar USD75,83 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini