Siap-Siap Investor, BNI Akan Terbitkan Global Bond USD500 Juta

Selasa 23 Maret 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 278 2382576 siap-siap-investor-bni-akan-terbitkan-global-bond-usd500-juta-iKicXiCOXs.jpg BNI (Shutterstock)

JAKARTA - Pacu pertumbuhan kredit lebih agresif lagi di tahun ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terus perkuat modal dengan berencana menerbitkan surat utang global (global bond) bertenor 10 tahun dengan target emisi hingga USD500 juta. Nantinya global bond tersebut akan diterbitkan dalam format basel III-compliant subordinated notes.

Mengutip Neraca, Fitch Ratings dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, pihaknya telah memberikan peringkat BB(EXP) untuk aksi korporasi perseroan terbitkan global bond BNI. Dimana dana yang dihimpun, nantinya akan digunakan BNI untuk sumber pendanaan serta keperluan umum perusahaan. Fitch menjelaskan, peringkat final surat utang akan bergantung pada dokumen akhir sesuai dengan informasi yang telah diterima, serta penetapan kupon final.

 Baca juga: BNI Gelar RUPST AKhir Bulan, Bakal Bahas Gaji hingga Susunan Pengurus

Berdasarkan penilaian Fitch, peringkat obligasi subordinasi BNI ini berada dua tingkat di bawah support-driven Long-Term Issuer Default Rating (IDR). Penilaian peringkat didasari oleh dukungan kuat dari pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham pengendali perseroan. Adapun, peringkat surat utang subordinasi yang dua tingkat lebih rendah dari IDR tersebut mencerminkan prospek yang lebih rentan, dibandingkan obligasi senior tanpa jaminan.

Disebutan, instrumen utang tier 2 juga memiliki fitur write-down. Klausul ini dapat dipicu ketika sebuah bank mendekati titik non-viabilitas. Fitch tidak memberikan catatan tambahan pada risiko non-performance BNI. Hal ini lantaran risiko non-performance bisa dinetralkan oleh dukungan kuat pemerintah sebagai pemegang saham. Pendekatan ini berbeda untuk bank lain yang tidak dikendalikan oleh pemerintah. Pada bank umum, standar Fitch untuk risiko non-performance biasanya memperhitungkan risiko kerugian usaha akibat penangguhan kupon atau pokok obligasi.

 Baca juga: BNI Akan Dirikan BNI Sekuritas di Singapura Tahun Ini

Adapun obligasi subordinasi punya klausul yang memungkinkan kupon ditangguhkan dan diakumulasikan, apabila posisi modal bank berada di bawah syarat minimun. Tahun lalu, BNI membukukan laba bersih Rp 3,28 triliun, atau terkontraksi 78,7% dari laba bersih 2019 sebesar Rp15,38 triliun. Penurunan laba salah dipicu oleh peningkatan provisi atau pencadangan.

Pada 2020, total pencadangan bank BNI mencapai Rp22,59 triliun meningkat 155,6% dari 2019 yang sebesar Rp8,83 triliun. Pandemi turut membuat laju penerimaan bunga kredit BNI melambat. Hal ini tercermin dari total pendapatan bunga yang turun 4% secara tahunan menjadi Rp56,17 triliun.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini