Ombudsman Pastikan Harga Gabah Turun Bukan karena Impor Beras

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 320 2383357 ombudsman-pastikan-harga-gabah-turun-bukan-karena-impor-beras-iqsUK96caH.jpg Harga Gabah Turun. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Ombudsman menilai polemik harga gabah petani yang turun bukan disebabkan rencana pemerintah yang ingin mengimpor beras. Namun, hal itu terjadi karena produksi yang meningkat karena masuk musim panen serta menurunnya mutu gabah dari petani.

"Saat musim panen raya harga gabah akan menurun tanpa adanya impor, seiring dengan hukum suply and demand.jadi ketika musim panen raya, artinya produksi melimpah. Tanpa ada keputusan impor pun seperti tahun lalu kita tidak ada impor harga gabah pasti turun." ujar Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika, dalam konferensi Pers secara virtual, Rabu (24/3/2021).

Baca Juga: Beras di Gudang Bulog Berpotensi Turun Mutu, Negara Bakal Rugi Rp1,25 Triliun

BPS mencatat, kata Yeka, adanya penurunan harga gabah pada periode Januari dan Februari di tahun 2020 dan 2021. Harga gabah di Januari 2020 sebesar Rp 5.273 ribu per kg. Sementara di Januari 2021 harga gabah berada di level Rp 4.900 per kg

"Nah Februari 2021 harga gabah Rp5.176 per kg sedangkan pada Februari 2021 Rp4.700 per kg. jadi bisa dilihat tren harga gabah itu menurun, padahal di awal 2020 tidak ada isu impor," jelasnya.

Baca Juga: Impor Beras, Ombudsman Mencium Potensi Maladministrasi

Dia menjelaskan turunnya harga gabah dikarenakan mutu yang turun kualitas nya. Turunnya kualitas itu dikarenakan kadar air dalam gabah itu terlalu tinggi.

"Ketika musim hujan produksi meningkat tapi kualitas menurun. Terbalik saat musim kemarau produksi menurun tapi kualitas sangat baik. Menurunnya kualitas karena kandungan air relatif tinggi. jika kadar air tinggi maka harga pasti jatuh," terangnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini