Ekonomi RI Kuartal I-2021 Diprediksi Minus Lagi, Kapan Positifnya?

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 320 2383974 ekonomi-ri-kuartal-i-2021-diprediksi-minus-lagi-kapan-positifnya-lEPKKguuHs.jpeg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 diperkirakan masih minus meski menunjukkan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, saat ini tanda pemulihan ekonomi sudah terlihat dari indikator penjualan ritel yang membaik dan angka PMI yang meningkat di atas 50.

Meskipun ada sinyal pemulihan ekonomi, untuk kuartal I-2021 belum cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi positif.

"Saya sependapat dengan Bu Sri Mulyani atau pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 akan lebih baik dibandingkan kuartal IV-2020, tetapi masih akan negatif di kisaran minus 1%," ujarnya, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga: Mengejutkan! Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Kuartal I-2021 Minus 1% 

Menurut dia, ada dua alasan pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 masih negatif. Pertama, pandemi yang sempat meningkat di awal tahun memaksa pemerintah mengetatkan pembatasan sosial. Terbatasinya aktivitas sosial ekonomi jelas mengerem laju pemulihan ekonomi.

Kedua, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun 2020 masih positif sehingga secara statistik digunakan sebagai basis hitung pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021.

"Karena basis hitungnya tinggi, maka meskipun pada kuartal I sudah ada perbaikan tetapi masih lebih rendah dibandingkan kuartal I-2020. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi menjadi negatif," jelasnya.

Meski begitu, Piter memperkirakan ekonomi Indonesia akan positif pada kuartal II-2021 di kisaran 0,5% hingga 1,5%. Salah satu faktor yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi positif pada kuartal II tahun 2021 adalah Lebaran.

"Syarat perekonomian untuk bisa tumbuh cepat kembali adalah selesainya pandemi. Pemerintah sudah tepat mendahulukan penanggulangan pandemi, melakukan vaksinasi sembari tetap memberikan bantuan kepada masyarakat dan dunia usaha untuk meningkatkan ketahanan mereka menghadapi pandemi. Ketika pandemi berlalu, masyarakat dan dunia usaha yang masih mampu bertahan tersebut akan menjadi penggerak percepatan pemulihan ekonomi," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini