Waskita Bidik Kontrak Baru 2021 Sebesar Rp26 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 278 2384426 waksita-bidik-kontrak-baru-2021-sebesar-rp26-triliun-EiWzBQgARH.jpg Waskita Karya. (Foto: Okezone.com/Waskita Karya)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan nilai kontrak baru 2021 sebesar Rp26 triliun. 80% dari target tersebut terdiri dari proyek yang berasal dari pasar eksternal dan hanya 20% yang merupakan proyek investasi.

Perseroan juga optimis kinerja operasional dan keuangan dapat mengalami perbaikan secara signifikan pada tahun 2021, setelah kinerjanya terkoreksi di 2020 akibat pandemi Covid-19.

Pada 2020, Waskita mencatatkan perolehan Nilai Kontrak Baru sebesar Rp27 triliun. Pencapaian ini berada di atas target yang telah ditetapkan dan lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya.

Tingkat kemenangan tender juga mengalami peningkatan menjadi 35,2%, membuktikan bahwa Waskita memiliki daya saing yang baik di industri konstruksi.

Baca Juga: Waskita Lapor Pengalihan Saham Tol Semarang-Batang dan MKTT

President Director Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan bahwa Waskita tetap mendapatkan kepercayaan yang besar dari para pemilik proyek.

“Pencapaian nilai kontrak baru ini akan menjadi katalis positif perbaikan kinerja Waskita,” terang Destiawan, Jumat (26/3/2021).

Berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru Waskita dari proyek infrastruktur konektivitas seperti jalan, jalan tol, dan jembatan adalah sebesar 43%, proyek EPC sebesar 27%, proyek Gedung sebesar 13%, proyek infrastruktur sumber daya air sebesar 8%, serta proyek dari anak usaha sebesar 9%.

Beberapa proyek besar yang diperoleh Waskita pada 2020 antara lain Proyek Tol Ciawi – Sukabumi seksi 3 dan 4 senilai Rp3,3 triliun, proyek konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro Batang Toru dengan nilai Rp887 miliar, Bendungan Jragung Paket 1 senilai Rp733 miliar, dan Jaringan Irigasi Rentang dengan nilai kontrak Rp554 miliar.

Baca Juga: 2 Tol Waskita Terjual, 7 Sisanya Kapan?

Meski mencatatkan kontrak baru yang memuaskan, Waskita menutup 2020 dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp16,2 Triliun. Turunnya pendapatan usaha juga menyebabkan Waskita mencatatkan kerugian bersih yang cukup signifikan.

Hal tersebut diakibatkan adanya perlambatan aktifitas operasional proyek selama pandemi, beban overhead dari proyek dan pabrik yang terus berjalan, serta tertundanya divestasi asset jalan tol ke tahun 2021 yang mengakibatkan beban bunga investasi jalan tol masih sangat tinggi.

Faktor lain seperti Penundaan pembayaran beberapa proyek besar dan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 – 73 secara penuh juga menjadi faktor penurunan kinerja keuangan Waskita.

Meskipun terdapat pelemahan margin keuntungan dari segmen konstruksi akibat faktor pandemi Covid-19, segmen bisnis utama Waskita itu tetap konsisten memberikan kontribusi laba bagi perusahaan.

Waskita juga dapat mempertahankan arus kas positif dari aktifitas operasi sebesar Rp411 miliar. Hal ini didorong oleh penerimaan pembayaran dari proyek yang dikerjakan dengan skema progress payment serta pembayaran proyek turnkey seperti proyek Tol Jakarta – Cikampek Elevated II senilai Rp6 Triliun pada awal tahun 2020.

“Waskita sebagai badan usaha terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan,” jelas Destiawan.

“Sehingga di tahun ini kami akan fokus pada upaya-upaya dan strategi untuk memastikan turnaround kinerja operasional dan kinerja keuangan perusahaan,” lanjutnya.

Sementara itu, Destiawan yakin bahwa program vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah akan memberikan dampak positif bagi aktifitas perekonomian di tahun 2021. Destiawan pun menyebutkan bahwa Waskita sudah menyiapkan beberapa strategi utama untuk menyambut momentum tersebut.

Adapun strategi utama yang akan diterapkan oleh Waskita antara lain transformasi bisnis, restrukturisasi keuangan, serta divestasi saham jalan tol.

Pertama, Waskita akan melakukan transformasi bisnis secara komprehensif pada berbagai aspek termasuk pemasaran, operasional, investasi, dan keuangan.

Waskita berkomitmen menyeimbangkan portofolio kontrak baru dimana selama 5 tahun terakhir Waskita sangat bergantung pada proyek pengembangan bisnis atau investasi, yang pendanaannya diperoleh melalui utang dengan beban bunga komersial.

Kedepan, Waskita berupaya mendapatkan lebih banyak proyek yang berasal dari pasar eksternal seperti BUMN, Pemerintah, dan swasta termasuk luar negeri. Proyek dari eksternal diharapkan akan jauh lebih baik secara arus kas didorong oleh skema pembayaran berbasis progress dan adanya down payment dari pemilik proyek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini