Share

23 Juta Pekerjaan Akan Hilang, Kemnaker Lakukan Apa?

Michelle Natalia, Sindonews · Jum'at 26 Maret 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384456 23-juta-pekerjaan-akan-hilang-kemnaker-lakukan-apa-nKCdtDmmtz.jpg Kemnaker Siapkan 9 Lompatan Besar untuk Pekerjaan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - McKinsey dalam studinya mengungkapkan bahwa akan ada 23 juta pekerjaan hilang. Namun diperkirakan juga sebanyak 27-46 juta pekerjaan baru akan tumbuh.

Merespons dan solusi terhadap tentangan dan peluang tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan merumuskan kebijakan yang disebut “sembilan lompatan besar” Ketenagakerjaan. Adapun poin penting dari sembilan lompatan besar tersebut antara lain; reformasi birokrasi, ekosisten digital siap kerja, tranformasi BLK (Balai Latihan Kerja), link and match ketenagakerjaan, transformasi kewirausahaan.

Baca Juga: Hanya 300.000 Peserta, Begini Syarat Daftar Kartu Prakerja Gelombang 16

“Kemudian pengembangan talenta muda, perluasan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), visi baru hubungan industrial, dan yang kesembilan adalah reformasi pengawasan,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Pengawas Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3), Haiyani Rumondang, Jumat (26/3/2021).

Kemenakerja juga melakukan penguatan aspek teknik dan manajerial pengawas ketenagakerjaan; penyamaan persepsi konsep pemeriksaan, pengujian, kelembagaan pengawas ketenagakerjaan; juga mensosialisasikan peraturan perundang-undangan terbaru bidang ketenagakerjaan dan mencermati perubahan kebijakan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Menaker dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendukung upaya Pemerintah Daerah (Pemda) menurunkan pengangguran melalui berbagai program yang sesuai dengan karakteristik demografi daerahnya. Program-program yang dilaksanakan daerah diharapkan bersinergi dengan program Kemnaker.

"Yakni program-program yang mendorong penempatan tenaga kerja baik di dalam hubungan kerja maupun di luar hubungan kerja, untuk penempatan tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, saat menerima audiensi Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta secara terpisah di Ruang Kerja Kemnaker, Jakarta.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Menurut Ida, pemda dapat mengoptimalkan SDM yang ada di daerah untuk dapat masuk ke pasar kerja melalui mekanisme Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Lokal (AKL), maupun Antar Kerja Antar Negara (AKAN). Pemda juga dapat mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi, sehingga mampu bersaing dengan SDM daerah lain dan berkompetisi di pasar kerja nasional.

"Termasuk pula program-program pemberdayaan bagi tenaga kerja disabilitas, muda, wanita, dan lanjut usia, agar tenaga kerja khusus yang vulnerable (rentan) ini memperoleh kesempatan sama untuk masuk dalam pasar kerja," ujar Ida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini